About

Blog ini mencatat kemajuan eksperimen Penulis dalam merakit Pemancar 80 m Band.  Hobby elektronika telah ditekuni Penulis sejak SMP dengan minat utama bongkar-pasang, merakit dan merubah rangkaian yang terus berlanjut sampai sekarang.  Merakit pemancar sudah dicoba sejak masih duduk di bangku SMA dengan berbagai keterbatasan dan kemudian dilanjutkan sekarang, Insya Allah bisa sampai selesai menjadi pemancar yang bisa QSO.

Semoga pengalaman yang tertuang ini bisa menjadi sarana diskusi menambah ilmu pengetahuan bagi sesama penggemar hobby elektronika.

 

Bagi seorang Amateur tidak ada sesuatu yang disebut TERBAIK.  Yang ada adalah yang paling COCOK untuk kita sesuai kondisi masing-masing.

 

“Electronics are smoke activated devices.  When the smoke leak out of the system they won’t work”

 

  1. noor_imansyah

    Saya sangat terkesan dengan Power Supply 10 A yang bapak buat, kebetulan saya sekarang sangat membutuhkan Power supply 10 A untuk HT iCom 02N, Saya sudah mencoba dengan power supply merk Montana 7 A tetapi hanya sanggup pada posisi LOW saja, jadi saya beerkesimpulan apakah Power supply yang 7 A tsb bisa di upgrade lagi atau harus membuat lagi yg 10 A, kalo membuat di tempat komponen rangkaian tidak lengkap dijual. Kalo bapak berkenan bisa membuatkannya untuk keperluan HT saya. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Salam NOOR di ternate.

    • OM Noor Imansyah Yth., menurut pengalaman kami power supply yang dijual di toko sekarang cenderung di-mark-up kapasitas arus atau ampere-nya. Silahkan dilihat dulu ukuran trafonya, sebagai gambaran punya saya kapasitas 5 Ampere ukuran inti besi atau kern-nya kurang lebih 6 x 8 x 9 cm sehingga untuk arus 7 A atau 10 A seharusnya lebih besar lagi dan tentunya lebih berat bobotnya. Demikian pula ukuran kawat tembaganya, bisa diintip dari sela-sela koker trafo, minimal diameter 1 mm atau lebih tebal lagi. Apabila ukuran trafo dan kawat tembaga lebih kecil dari tsb. di atas saya ragu kapasitas arus yang diharapkan dapat tercapai sekalipun dibuatkan rangkaian elektronik yang baru. Apabila trafo kurang lebih sudah sesuai maka kami persilahkan mencoba rangkaian yang sudah saya coba semoga bisa tercapai yang diharapkan.

      Sebelum terlalu jauh membuat PS kapasitas 10 Ampere barangkali saya sarankan dicoba dulu menggunakan accu mobil 12 Volt dan diukur arus yang dibutuhkan HT tersebut untuk transmit pada posisi HIGH. Sesudah diketahui kebutuhan arusnya tentunya kita bisa mencari atau merangkai power supply dengan kapasitas sesuai yang dibutuhkan.
      Apabila berkenan kami sarankan pula untuk mencoba modifikasi power supply komputer, dengan modifikasi sederhana bisa didapat kapasitas arus 20 Ampere atau lebih.

      Adapun tentang kesulitan komponen apabila anda tidak keberatan menerima komponen bekas solder akan saya coba carikan di laci saya, mungkin dari beberapa kali percobaan masih ada yang bisa dimanfaatkan. Saya tunggu lebih lanjut informasi komponen yg dibutuhkan.

      Salam homebrew.

  2. salam,
    minta ijin copas untuk artikel di blog saya…

  3. OM Bob;
    Mohon izin yaaa… aku share/post di sini :

    http://amatirindo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=337:penguat-linier-linear-amplifier&catid=51:teknik&Itemid=41

    utuh dengan sumbernya dan tanpa perubahan, hanya tata letak aja koq… boleh yaaa…:D
    Makasih ya OM Bob…:)

  4. mas jagawana, minta tolong dibikinkan/dicarikan skema antena untuk radio penerima am/mw saya difrekuensi 774 kHz. dikirim lewat email saja ya, terima kasih banyak. email sy: abiayyub@gmail.com

    • Silahkan lihat demonstrasi disini :

      atau baca lagi posting saya tentang BoxLoop Antenna tinggal menyesuaikan untuk jangkauan frekuensi yang tepat. Anda bisa mencoba membuat yang berukuran lebih kecil dengan kawat email tipis sehingga lebih praktis demikian pula variabel kapasitor bisa menggunakan varco plastik yang banyak di pasaran.

  5. salut buat panjenengan pak jagawana, salam kenal ekosarwa (kang parmin klaten timur) dahulu saya jg breaker 80 an sekitar tahun93an,

  6. salam homebrew.
    salam kenal
    Membaca tulisan dan eksperimen panjenengan saya tertarik dan ingin mempraktekan dan mencobanya namun alat tesnya yang gak punya bila panjenengan berkenan membuatkan frequency counter dan LC meter saya sangat berterima kasih dan beayanya berapa?
    Terima kasih atas perhatiannya semoga sukses.

    Mamik di Jepara
    email : mamikssl@gmail.com.
    fb : Mamik Slamet

    • Mas mamik sebenarnya alat2 sebagian kita bisa membuat sendiri, atau bisa juga mengandalkan kepada rumus2 perhitungan yang ada di buku2 manual. Untuk frequency counter banyak made in china yang dijual untuk teknisi hape sekitar 350 rb-an, atau bikin sendiri rangkaian Frequency Locked Loop ( FLL ) yang bisa mengukur frekuensi juga disamping sebagai stabiliser osilator sekitar 150 – 200 rb-an bikin sendiri.
      LC meter saya dapat dari pak Amin Wibawa sayangnya sekarang beliau tidak bikin lagi, tapi kita bisa buat lilitan sesuai rumus yang ada biasanya tidak meleset jauh hasilnya.
      Jadi untuk frequency counter memang sebaiknya punya tetapi untuk membuat induktor tanpa LC meter pun bisa, khususnya lilitan inti udara.

  7. Mas Jagawara, salam kenal
    Sy Jobie, pernah bermain di 80an dr kudus.
    Bisa pesan ombro all band include antena

  8. Mas bisa ajari aku bkn inverter dc to ac 230v.
    Coal y ane ga hasil2 mulu, pake tr,2n3055,
    Arus jalan tpi ga nyala gmana

  9. Salam kenal dari Jatim bro.

  10. arbain abdul bakrie

    salm kenal mas kren bngt sya jdi tertarik dgn radio 80 m

  11. Pagi mas
    Saya sdg mereparasi radio lawas. Dri yg sdh sya repair pnykitnya slalu sama yakni pda koil antene dan osc.

    Sdh sy cek kontuinitasnya smw oke,tdk ada yg putus.Tpi knapa koil2 tsb tdk bisa mnghasilkan sinyal? Stlh ganti dg yg baru sinyl trtangkap baik, koil bisa berosilasi. Orang bilang koilnya lemah.

    Sebrnanya apa yg trjadi mas? Bisakah sbwh koil kehilangan dayanya–loss? Dan apa sebabnya? FYI koil yg brmslh tsb rata2 sdh 50th yrs old.

    Suwun.

    • Mohon maaf sebelumnya om karena saya belum pernah mengalami hal tersebut. Hanya saja secara teoritis mestinya tidak terjadi seperti itu, mengingat lilitan kawat adalah lilitan kawat bentuk dan jumlahnya tidak berubah walaupun disimpan puluhan tahun. Namun demikian, seiring berlalunya waktu bisa saja terjadi perubahan pada lapisan email, sambungan solderaan timah, atau sifat magnetis inti feritnya apalagi pernah digunakan belasan tahun dialiri RF ada kemungkinan berubah, sehingga mempengaruhi nilai induktansinya yang akan menggeser frekuensi resonansinya. Koil yang tidak dipergunakan dan disimpan dengan baik, bisa kita temukan di toko elektro lawas, terbukti masih bisa berfungsi dengan baik kalau kita pasang di rangkaian saat ini. Barangkali demikian om, maaf hanya perkiraan saya saja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 960 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: