Antenna Loop untuk Penerima

Kesulitan penerimaan sinyal 80m Band melalui radio kempitan antara lain karena antena yang tidak memadai serta gangguan dari sinyal listrik/elektronik di dalam rumah. Solusi yang ditempuh antara lain memasang antena long wire, menggunakan rangkaian induksi berupa koil kecil yang disetalakan dan dihubungkan dengan antena luar, atau membuat rangkaian antena aktif/booster.
Saya mencoba membuat antena loop dengan bentuk persegi sehingga bisa disebut Box Loop. Dimensi loop adalah panjang 100 cm, lebar 100 cm, tebal sekitar 15 cm. Antenna terdiri dari kawat email diameter 1 mm panjang sekitar 12,5 meter dililitkan pada frame sebanyak 3 lilitan, spasi antar lilitan 1 inch atau 25,4 mm. Ujung-ujung kawat email disolderkan pada Varco Logam, cukup digunakan 1 gang saja. Frekuensi sekitar 4 MHz akan bisa disetalakan pada ujung putaran varco hampir membuka seluruhnya. Apabila diinginkan frekuensi berada pada pertengahan putaran Varco maka lilitan dapat dikurangi satu, yang semula 3 lilit menjadi 2 lilit saja ( panjang kawat email yang dibutuhkan cukup sekitar 9 m saja ).
Saya mendapatkan jumlah 3 lilit juga dari trial and error mengurangi jumlah lilitan dari hasil hitungan rumus Box Loop Calculator untuk frekuensi 4,1 MHz katanya dibutuhkan 5 lilit tetapi ketika digunakan yg diperkuat adalah pada gelombang MW (varco pakai 2 gang paralel). Sesudah dikurangi 1 lilitan demi 1 lilitan dan varco cukup pakai 1 gang maka jumlah 3 lilit sudah memberikan jangkauan frekuensi yang tepat.  Anda boleh saja menggunakan tap pada lilitan-lilitan tersebut tetapi jangkauan frekuensinya akan berbeda, diduga karena adanya pengaruh kapasitansi antar lilitan.
Pemutar Varco sebaiknya dibuatkan dari bahan non logam karena sentuhaan tangan/jari pada varco mempengaruhi tuning.
Meletakkan radio kempitan arahnya seperti pada gambar, dengan antenna teleskopik ditarik keluar.
Dengan antena ini penerimaan di Randublatung, Blora dengan Box mengarah ke Barat Timur pancaran dari Tegal, Gombong, Banjarnegara terdengar seperti lokal. Jember, Paiton dan Madura juga bisa termonitor. Tentu saja naik turun tergantung kualitas propagasi tetapi jauh lebih baik dibandingkan antena radio kempitan disambungkan langsung ke long wire (sinyal bisa ditarik keluar sehingga lebih menonjol dari noise atau QRM).
Tuning antenna Box Loop ini cukup tajam sehingga harus dilakukan pelan-pelan digeser varconya secara hati-hati.
Pada waktu membuat antena ini pakai pralon 3/4 inch, saya pikir kalau tidak berhasil bisa saya pakai untuk jemuran handuk    ^,^

 

 

 

 

 

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 11/08/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Maaf om, gambarnya kurang jelas untuk masangnya radio, cukup diinduksikan saja apa ada kabel yg ditarik dari titik solder dengan Varconya ke anten si kempitan?

    • Radio kempitan hanya diletakkan di dekat atau di dalamnya (memanfaatkan induksi sudah cukup). Untuk radio saya penerimaan terbaik dengan letak seperti pada gambar, dengan antena ditarik poll. Untuk penerimaan siaran MW tidak perlu menarik antenna.
      Apabila dihubungkan dengan kabel saya kuatir sinyal terlalu besar sehingga untuk radio kempitan yang sensitif malah kurang baik penerimaannya.
      Selamat mencoba, tetap semangat.

      • Woke BoxLoop nya Om. Sebenernya ini kan versi gede-nya Induksi punya Koh Kabul. tp untuk nerima lokal aja yg mantab, buat yg interlokal suara kecil sekali kadang masih kelelep noise halus. Barusan juga nyoba Induksi yg versi JBL35 agak mendingan tp noise kenceng ngga bisa bersih. Receiving udah lumayan, tinggal mbangun buffer + final.

      • Siiip lah, terima kasih sudah ikut mencoba dan sudah berhasil. Kita kembangkan lagi yang lainnya dan sharing keberhasilan untuk diikuti rekan lain yang berminat. Lanjutkan !!!

  2. hehehe, udah jadi tinggal nunggu sore buat test.. ditempat sy AM 4.1 susah didengar, karena bentang fullsize ngga mungkin, kemarin 2 bulan pake dipole bonsai juga ngga dengar apa2 (padahal banyak yg bilang rame) malah rame cuma QRM aja. moga yg kali ini jodoh.. hehehe. By de wai radio sy pake Noble bodi guede ngga bisa dikempit, nemu di loak belum tau sensitifitasnya, mau cari baru ditoko sudah ngga ada (kalopun ada cuma mulai SW2 keatas). Itu si Kempitan pake merk apa Om? kok keliatannya spt baru🙂

    • Hahahaha, jeli juga ya pengamatannya. Ketika akan mulai lagi proyek2 80m gara-gara tulisan Wak Koh Kabul saya coba cari radio kempitan jaman sekarang ternyata SW1-nya tidak seperti dulu, kebanyakan frekuensi 5 MHz ke atas. Kebetulan waktu main ke Purwokerto saya lihat di toko ada radio kempitan 3 band baru merk Sony bikinan Brazil SW-nya ditulis besar pada labelnya frekuensi dari 2,3 MHz sampai 7,3 MHz jadi memang radio ini dibuat khusus. Kelihatannya radio ini memang versi ekonomis dari Sony tapi cukuplah untuk percobaan amatiran.
      Radio kempitannya ternyata Sony ICF F11S tuh sudah ada gambarnya.

  3. Aku matur tabik boss…pakai radio kempitan.
    mending pakai ini low noise, swing oscilator 3,5Mhz s/d 4.5Mhz.
    ANTI GRM,ANTI NGOROK,….NDAK USAH PAKAI RANGKAIAN INDUKSI… http://srundenggosong.blogspot.com/2011/04/am-receiver-80-meter-band.html NDAK KALAH SAMA CR buitup.

    • Oke boss Srundeng, saya mau coba tapi harus copotin IC TA 2003 dari radio kempitan yg satunya itu merk *****nasional. Berkali2 tanya di semarang ditunjukkan TDA 2003 ya jadinya nggak nyambung. Selamat untuk yg sudah berhasil membuat.

    • Dulu, sebelum dpt radio kempitan sudah pernah mbuat, jadi, bunyi, tp bingung kalo ndak punya Osc utk nandai dan nyetel freq-nya ato minimal radio kempitan lain yg skalanya benar.. hehehe

      Lha wong kemarin sy ndak ngerti apa2 cirinya SW, mau cari radio bekas susah dapat, frustasi langsung bikin aja dr TA2003, pas sudah jd bingung parameter setingnya.

      • Betul, betuuulll …. Pinjam radio kempitan lain terus dikasih tanda, bikin skala manual pada putaran varco-nya. Maju teruussss . . . .

      • 3,5Mhz ada rekan2 dari lampung dan jabotabek. dial naik di 3,7 suara SSB/bebek. dial naik lagi BBC KNOWLEDGE eh..london dial naik lagi ada rekan2 yg pakai bahasa ngapak2 dan bahasa madura nah itu sudah di 4 Mhz. itu parameter versi saya yg ngawur qeqeqe….

  4. om jagawana, mau nanya om…..
    gmana cara pasang BFO pada radio kempitan. biar bisa dengar LSB.

    • Wah saya belum pernah mencobanya. Dari yang saya ketahui jika sinyal BFO cukup kuat maka cukup didekatkan saja ke penerima tetapi kalau oscillator BFO kurang kuat bisa disuntikkan ke detektor penerima.

    • Katanya bbrp rekan daripada mbuat lagi BFO, mending kalo sudah ada VFO tinggal Zero-kan aja Osc. kita pas LSB lagi ngomong, pernah nyoba, memang jd terdengar si bebek berubah jd siluman manusia-bebek.. hehehe maafff!

      • Hahaha … betul itu, hasilnya lumayan lah bisa monitor bahasa bebek. Cuma kalau sudah dipake transmit gak mungkin geser-geser frekuensi terus. Silahkan diatur saja kopling VFO-nya supaya bahasa bebek bisa diterjemahkan maksimal. Ayo, dicoba terus, saya juga sambil mepet2 percobaan DSB belum berlanjut nih.

  5. Caca di Gandul Depok

    Om Jagawana yang tebal 15 cm itu apa ya ?

    • Ibarat kerangka antena atau frame-nya berupa kotak, bagian bawah berukuran 1 m x 1 m, bagian atas berukuran 1 m x 1 m, jarak antara bagian bawah dan bagian atas yaitu tebal atau tingginya 15 cm. Jarak 15 cm ini untuk menampung 3 lilitan, dari pinggir ke lilitan I = 5 cm, lilitan I ke lilitan II = 2,5 cm, lilitan II ke lilitan III = 2,5 cm, lilitan III ke pinggir = 5 cm. Jarak dari pinggir frame ke lilitan I atau III bisa bebas atau menyesuaikan jadi ukuran tebal tersebut minimal 5 cm (lilitan I dan lilitan III persis berada pada pinggiran kotak atau frame) atau bisa lebih dari 15 cm kalau jarak dari pinggir ke lilitan lebih dari 5 cm.
      Bahan kotak bebas yang penting bukan logam, ukuran tebal kawat juga silahkan menggunakan yang ada bisa kawat email maupun kawat listrik biasa yang ada isolasinya.

  6. Mantab…..bisa nambah jumlah Handuk yg di jemur. kawatnya gedein.

  7. itu bisa buat SW juga ya pak? saya seneng sekali dengar radio luar negeri

    • Antena box loop yang ada gambarnya disini untuk penerimaan sekitar frekuensi amatir 3,5 MHz – 4,1 MHz terletak di gelombang SW. Percobaan saya untuk gelombang tersebut posisi varco terbuka sehingga sebagian besar tuning adalah pada frekuensi yang lebih rendah. Kalau ingin frekuensinya lebih tinggi maka varco bisa diseri dengan kapasitor sekitar 100 – 200 pF sehingga bisa digunakan untuk monitor radio luar negeri di sekitar 7 MHz. Silahkan dicoba-coba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: