QRP Tx + Series Modulator

Percobaan membuat transmitter besar cukup melelahkan dan belum tentu berhasil, maka saya mencoba membuat transmitter dengan daya kecil, mungkin lebih stabil walaupun boros setrum, dan menggunakan metode modulasi yang lebih besar peluang keberhasilannya.

Pembangkit getaran saya pakai Vackar Oscillator dengan transistor 2N3904, varco logam 1 gang, coil 50 lilit kawat email 0,3 mm pada koker 8 mm (tabung plastik bekas tempat filter rokok elektrik).

Driver sampai Final QRP menggunakan modifikasi rangkaian yg banyak dikutip pada blog Wak Kabul maupun agustomank.  Prinsip modifikasi adalah rangkaian driver tidak boleh berosilasi tanpa input dari oscillator.

Rangkaian Final memodifikasi dari rangkaian Driver, mungkin masuk kelas A  dengan rancangan output sekitar 1 – 2 Watt.  Semula transistor final menggunakan 2SC1969 tetapi menimbulkan osilasi sehingga diganti 2SD313 tanpa merubah komponen lainnya.  Sementara rangkaian final belum ditambah untuk Low Pass Filter maupun Matching untuk antenna.

Series modulator menggunakan rangkaian dari Blekok QRP  (Indra S. Ekoputro – YD1JJJ dan Amirudin – YC2MAP) dengan 2 buah IC  LM741 dan transistor TIP31 +  TIP3055 dan power supply 18 Volt.

Rangkaian QRP Tx dipadukan dengan Series Modulator siap mengudara.

Rangkaian QRP Tx dengan Power 1 – 2 Watt saja.

Rangkaian Series Modulator.

Hasil Percobaan :

1.  Tanpa dihubungkan dengan modulasi, transistor Final dengan tegangan 12 Volt menyedot arus sekitar 500 mA, kondisi heatsink cukup hangat.  Dengan demikian daya input sekitar 6 Watt, jika efisiensi 50 % diperkirakan daya RF sekitar 3 Watt.

2.  Dihubungkan dengan Series Modulator, tegangan paka kolektor Final berubah antara 5 Volt – 9 Volt tergantung modulasi.  Arus kolektor berkisar 500 mA juga sehingga input daya rata-rata 3,5 Watt dan daya RF sekitar 1,7 Watt.  Begitu kira-kira secara teoritis paduan rangkaian ini cukup memadai apabila akan dijadikan pendorong penguat Final dengan Mosfet.

Rangkaian series modulator ini bisa juga  langsung dipasang pada Final baik transistor maupun Mosfet, sudah ada beberapa contoh di internet tapi saya belum mencobanya.

Saya tidak berhasil mencapai tegangan 12 Volt pada kolektor transistor Final melalui potensio bias yang ada pada rangkaian Series Modulator, seperti yang dijelaskan pada skema aslinya.

3.  Output dari C kopling Final saya solderkan pada kabel panjang 2 meter sebagai antenna lalu dicoba untuk transmit.  Bisa terdengar pada radio kempitan dengan jarak 500 ( lima ratus ) milimeter dari pemancar, sinyal bersih dan modulasi jernih seperti radio eF eM  😮

Silahkan dicoba pasti puas kalau berhasil.

Update :

Silahkan merubah rangkaian sesuai skema berikut (warna merah).   Setelah dirubah maka potensio bisa mengatur tegangan pada emittor TIP 3055 (2N3055) yang akan menuju ke Final sampai + 12 Volt atau lebih.  Setelah pengaturan optimal ini maka R = 2 ohm / 5 Watt akan overheat punya saya malah sampai berasap, sehingga resistor ini dihilangkan saja.  Arus ke Final lebih optimal dan transistor / Mosfet Final akan lebih panas.

Kualitas modulasi tetap bagus, saya sudah mencoba tegangan pada transistor seri sampai + 22 Volt masih aman.

.

Pemancar QRP

Setelah dibedah beberapa kali maka rangkaian pemancar 80 m berdaya rendah update terakhir adalah sesuai skema berikut :

Rangkaian ini digabung dengan Vackar Oscillator sudah saya buat dengan hasil baik dan saya pergunakan untuk percobaan-percobaan pengetesan modulator seri maupun penguat linier.

Pada tegangan supply 12 Volt rangkaian buffer/driver dan oscillator mengambil arus sekitar 200 mA sedangkan Final IRF 830 menyedot arus sampai 1 Ampere dan menjadi agak panas.  Apabila akan diberi modulasi silahkan diputus pada titik X, selanjutnya dihubungkan ke trafo modulasi atau modulator seri.  Sebelumnya silahkan menambahkan capasitor 100 nF (o,1 uF) dari RFC2 (titik X) ke ground.

Pengukuran output RF setelah melalui Low Pass Filter dengan dummy load 53 ohm menunjukkan terdapat tegangan RF sebesar 16 Volt atau besarnya power sekitar 5 Watt (peak) atau 2,4 Watt (rms).  Dummy load dengan kapasitas 18 Watt milik saya pun terasa hangat ketika dilakukan pengukuran.

Silahkan dicoba, sebelum membuat pemancar yang power-nya lebih besar lagi.

TAMBAHAN :  Nilai resistor di atas T1 adalah 100 ohm.

 

Pengalaman Buruk :

Maksud hati menambah kipas supaya Mosfet adem, dengan cara membuat lubang pada box menggunakan bor listrik.  Karena getaran yang timbul beberapa “pulau” solder terangkat dan satu toroid balun putus kawatnya.  Sesudah kipas terpasang maka bagian yang lepas di lem ulang pakai power glue, toroid balun digulung ulang dengan ukuran kawat dan jumlah lilitan yang sama kemudian disolder pada tempatnya.  Kedua toroid balun diperkuat dengan lem tembak supaya tidak gampang goyang-goyang.  Ketika rangkaian dicoba dan diukur tegangan outputnya, yang semula bisa 16 Volt ternyata hanya 6 Volt !!!

Mosfet diganti, tetap saja tidak ada perubahan  :(

Sekalian saja dilakukan tuning pada rangkaian di sekitar Mosfet dan LPF dengan merubah nilai capasitor.  Akhirnya capasitor 600 pF di sebelah kiri L3 dicopot, tegangan output bisa naik sampai 9 Volt.  Capasitor tersebut ditempelkan sesudah L4, tegangan naik jadi 12 Volt.  OK-lah, walaupun tidak bisa mencapai 16 Volt seperti semula maka capasitor 600 pF tersebut disolder pada ujung output LPF, semula 600 pF menjadi 1200 pF.

Rangkaian diukur ulang dengan dummy load 53 ohm, diukur tegangannya,  ternyata bisa 19 Volt , atau power output sekitar 7 Watt !!!

Garuk-garuk kepala yang tidak gatal sambil tersenyum kebingungan hehehe ….

Berita kepada Kawan :  Hati-hati melakukan perubahan fisik maupun mental pada rangkaian yang sudah jadi, bisa kaget setengah mati,  gitu Bro !!!

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 14/09/2011, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 38 Komentar.

  1. ditunggu dengan senang hati.

  2. dah gak sabar nih dah kebelet hi hi hi

  3. Sabar masih di-oprek nih. Oscillator masih menghasilkan banyak frekuensi samping walaupun sudah dirubah dari varco plastik ke varco logam, dan final-nya belum terasa hangat jadi output mungkin belum mencapai 2 – 4 watt sebagai input booster.
    Percobaan yg berjalan : menghaluskan power supply dan oprek driver supaya lebih HOT :o)

  4. bos mo, tanya untuk oscilator yg minim harmoniknya yg menggukan transistor apa ya? trus biar ganggu tivi apa perlu pakai lowpass filter atau ferit beat pada oscilatornya thans deh …

  5. Pengalaman saya pakai FET seperti 2SK19, 2N3819 atau MPF102 cukup bagus dan stabil. Rangkaian Vackar VFO pakai 2N3904 atau 2N2222 juga bagus tuh.
    Pengalaman terakhir banyaknya harmonik dipengaruhi power supply ke oscillator, kalau power supply-nya mendengung maka harmoniknya banyak dan kemrosok/kotor tapi kalau diganti yang tidak berdengung harmoniknya paling 3 – 4 (lemah) dan frekuensi utamanya jelas perbedaannya (halus desisnya). Coba saja pakai baterai kalau harmonik hilang berarti power supply harus diperbaiki.
    Supaya tidak banyak harmonik oscillator jangan dipaksa mengeluarkan power besar dan C kopling dari coil ke rangkaian cukup 10 pF asal bisa bergetar dan kopling outputnya cukup ukuran kecil saja.
    Saya belum pernah coba pasang ferit bead di oscillator transistor/FET, mungkin kapan-kapan saya coba.

  6. Bisa terdengar pada radio kempitan dengan jarak 500 ( lima ratus ) milimeter dari pemancar, sinyal bersih dan modulasi jernih seperti radio eF eM

    lho koq cuman 500 milimeter om,, hehehhehee (canda.com)

    • Lho waktu dicoba radio kempitannya di sebelah saya. Kemarin sudah saya tingkatkan jaraknya jadi 3000 ( tiga ribu ) milimeter hasilnya juga masih baik hehe hehe . . .

  7. Salam kenal pak ,
    Apa nggak kepingin coba PWM seperti punya mbah Mangun ? PWM kan juga modulator seri….

    • Saya mencoba yang sederhana dulu Mbah Paimo, tampaknya PWM yang ada pakai IC yang belum familier. Kalau ada rangkaian yang sederhana cita-cita saya malah bikin transmitter kelas E yang efisiensinya tinggi. Mohon maaf kursus elektronya saya cuma otodidak baru sampai kelas transistor sama IC audio, selanjutnya saya mbolos hehe hehe … 🙂
      BTW barusan saya ketemu beberapa topik PWM terkait driver Tesla Coil pakai IC TL494 yang cukup menarik mungkin bisa saya coba untuk transmitter AM. Kita tunggu hasil eksperimennya. 73

  8. Dengerin Mbah Mangun pake modulator seri yg PWM, rasa2nya era trafo modulasi lama2 mulai tergantikan.

    • Antara metode modulasi menggunakan trafo atau modulasi seri ada kurang ada lebihnya masing-masing. Saya ingin mencoba keduanya, mana yang baik dan praktis itulah yang akan kita kembangkan.
      Setelah percobaan power rendah berhasil, selanjutnya eksperimen dimasukkan ke penguat Mosfet sebagai Linear Amplifier, sementara yang single ended dulu. Silahkan tunggu laporannya.

      • Ya setuju om, mungkin series modulator klas A ngga cocok buat rekan2 yg seneng balapan krn seakan-akan tegangan yg jatahnya utk Final disunat sama tr seri.. hehehe. maklum taunya modulator seri cumak konfigurasinya yg kelas A thok.. yg efisiensi rendah.

        lagipula tiap “Seniman” kan beda selera, ada yg mbalung-getih dengan bongkar-gulung trafo, ada yg seneng simple tp hasil sak munine dan ada lagi yg rumit dgn hasil maksimal. Kembali lagi ke 7an, cari kepuasan.. haha..

        kami tunggu laporan berkut dr Omnya..🙂

      • OK saya sudah bikin penguat liniernya pakai Mosfet IRF 830, kita tunggu hasilnya nanti malam.

  9. Semalam saya test series modulator udah menunjukkan kemajuan kecil. Konfigurasinya tetap Transistor Tip41c+3055 dipasang Klass A spt instruksi Mr.Dave, cuman sy ngga pake opamp 741 yg sy ganti kit mono mini ampli TDA2003. Setelah rangkaian jadi, baru ingat kalau PSU yg sy punya cumak max 13.8v. Ngga sabar ingin tahu hasilnya langsung sy coba dan hasilnya Signal keluar cukup kecil di FSM namun modulasi terdengar di radio kempitan bagus (enak, renyah ngga spt org pilek).

    Tapi, signal juga naik-turun kalo ngga di siul ngga keluar signal..😀 hehehe, cek n ricek dlm keadaan idle tanpa modulasi di emitor 3055 ngga ada tegangan blass.

    Konon kegunaan trimpot “Half supply volt” dalam rangkaian opamp 741 untuk ngatur tegangan idlenya atau setengah tegangan suply untuk tetep aktifkan PA (cmiiw), atau malah memang supply saya yg kurang gede. Perlu di-improve lagi. Maklum sy soalnya muales kalau bongkar-pasang trafo, jadinya ngeyel pake modulator seri.

    yah sambil baca2 lagi thread-nya Kang Paimo.. http://elektronika.web.id/elkav2/index.php?topic=751.msg9369#msg9369

    • Memang betul untuk yg pakai LM741 dengan adanya tegangan idle maka sinyal bisa keluar dari Final sekalipun tanpa modulasi. Lebih mantap kalau dari emitor 3055 ada R = 100k, atau 150k, atau 47k sesudahnya diberi resistor yg nilainya sama ke ground maka pengaturan tegangan bisa lebih tinggi, hanya saja modulasi menjadi agak kecil jangkauan naik turun tegangannya.
      Modulator seri dengan tegangan tinggi bisa modifikasi pakai Pulse Width Modulator (PWM) ada contohnya dari Kang Paimo barangkali nanti saya coba bongkar2 rangkaian inverter untuk mobil (DC – DC Converter) dia pakai IC PWM juga mungkin bisa dirubah jadi modulator seri untuk pemancar.
      Minimal dengan modulator seri ini kita sudah mengurangi biaya audio amplifier + power supply yg besar, juga trafo modulasinya. Biayanya bisa untuk bikin modulator seri masih ada kembaliannya 🙂
      Ditunggu hasil eksperimennya, kita share bersama.

      • capek pake modulator Tr klas A.. setrumnya drain kurang broll. barusan coba pake trafo CT kecil (500mA) bisa juga. Tapi output powernya tetep kecil peningkatan sedikit, sekarang kisaran 10an watt pd 50v bias gate 4v cuma bisa meredupkan dummyload, ndak bisa terang. kalo sudah overheat, Ammeter malah turun, ngga naik.. hahaha kok beda ya dgn result punya Om Jagawana? Varco PCB cumak 12 kisi ngga bisa lebih krn keterbatasan As rotor. jadi pas varco diputer-puter cuma kerasa amat sedikit sekali sensasinya.

      • RFC kecil nggak papa, contoh ekstrimnya yang di combiner kan lilitan drain hanya satu juga bisa tinggal C bypass jangan lupa dipasang. Pemancar QRP saya semalam D313-nya juga loyo sinyal tidak keluar padahal sesudah dicabut kemudian dites pakai AVOmeter masih hidup. Terpaksa saya ganti FET IRF830 dirubah jadi klas C. Saya coba pasang varco logam antara drain dengan ground untuk tuning coil pada drain, dummy load lampu 12V punya sepeda motor bisa menyala terang tapi radiasi sinyalnya masuk ke radio FM, hehe busyet dah . . . . Akhirnya varco dilepas diganti C = 470 pF sinyal tenang2 saja di 4,1 MHz tapi dummy load tidak nyala sekalipun sinyal RF terdeteksi pada FS meter. Mosfet terasa hangat, tegangan pada gate sekitar 6 V, drain 7 – 9 Volt, arus 600 mA, modulasi seri terdengar mantap.
        Pelajaran kita adalah dummy load lampu terang belum tentu bagus dipancarkan, bisa jadi dari osilasi liar yang sangat mengganggu. Selalu cek di radio kempitan atau di TV sebelah.
        Mosfet yg kepanasan semakin mudah menghantarkan arus, biasanya angka pada amper meter semakin naik sampai akhirnya sikring putus, Mosfet meletus, atau trafo adaptor terbakar (saya pernah punya trafo bakar 10 Ampere🙂 ). Kalau ternyata arus malah menurun bisa jadi power supply-nya memang lemah, hati2 trafo jadi korban.
        Silahkan tunggu percobaan saya modulasi seri pakai PWM, mudah2an lebih bagus dari yg kelas A ataupun pakai LM741. Tetap semangat, terus bereksperimen sampai berhasil.

  10. Nambah: Saya pake RFC “miniatur” (kawat 0,4mm 86 lilit pd ferit) apakah pengaruh dgn power output?

    • Hoalah sama persis, nih barusan trafo 3A abal2 sy kobongan setelah RFC sy naikkan 258 lilit. Hahahaha baru ngaku kalo pake trafo imut (lagi2 krn ngejar ukuran). IRF830 sy masih enjoy ngga pengaruh panas juga anget2 kuku. Cuman ya itu, C bypass ngga sy pasang krn pas dipasang suara jd aneh. Oh iya satu lagi, semenjak pake trafo daya utk modulasi sudah tumbal TDA2003 3 biji..😦

      Rencananya ini PWM kalau bisa jgn rumit2 yaa, apalagi komponennya susah dicari. Makasih..

      • Hahaha …. baru 3 IC yg tewas gak papa, saya kemarin habis 10 set lebih OCL 150 watt yg putus gara2 tegangan terlalu besar, mik kena gebuk, atau kabel ke trafo longgar akhirnya muncul bunga api langsung mati tuh OCL. Nasihat senior2 jangan lupa pasang C kopling dari output amplifier ke trafo modulasi, mudah2an lebih awet audionya.
        Untuk PWM saya coba pakai IC TL494, banyak dipakai di rangkaian power supply computer atau switching regulator, inverter juga. Kemarin saya beli harganya hanya Rp 3000 per butir. Komponen lainnya cuma sedikit mirip modulator seri LM741, semalam sudah dibuat tapi belum dicoba ke pemancar. Tunggu laporannya.

  11. waduh kog rodo ruwet. dadi bingung jalury.

    • Jangan bingung Om, bertahap satu titik demi satu titik dihubungkan sesuai skema, teliti polaritas dan susunan kaki komponen, insya Allah jadi gitu Om.
      Berani mencoba, berani berhasil.

  12. Om, Mau Nanya kalau Miniatur RFC yang pentol itu yg Warna di atas Coklat, hitam, terus di samping Coklat apa Nilainya 100 UH ? dan kalau di seri sebanyak 2 RFC Pentol dengan Nilai tersebut apa Nilainya Jadi 200 UH? Trimks Sebelumnya atas Reportnya.

  13. Oya Om Sory ada yang ketinggalan, sy kan membuat Rangkaian Oscilator , terus RFC Pentolnya saya seri sbanyak 3 bh untuk mengejar Nilai Induktansinya, apa itu berpengaruh ke hasil Oscilator?

    • RFC pentol coklat hitam coklat sesuai pustaka yg ada memang nilainya 100 uH, untuk pastinya bisa diukur dengan LC meter. Induktor yang diseri nilainya ditambahkan, jika ada 2 buah @ 100 uH dihubungkan seri maka nilainya menjadi 200 uH.
      Jika anda punya induktor 2,5 mH, dikurangi sampai separuh mudah2an menjadi 1 mH. Begitu harapan homebrower walaupun tidak sepenuhnya benar tapi bisa mendekatilah.

      Induktor pada rangkaian oscillator ada kemungkinan terletak di 3 tempat :
      a. Pada jalur catu daya, untuk filter frekuensi tinggi tidak bocor ke rangkaian lain. Secara umum semakin besar lebih baik, tinggal kepraktisan ukuran dan kapasitas arusnya.
      b. Pada rangkaian feedback (emitor pada transistor atau source pada FET), biasanya nilainya 1 mH. RFC disini juga sebagai filter, saya biasanya pasang langsung 2,5 mH tidak berpengaruh terhadap frekuensi oscillator. Ada baiknya diikuti minimal sesuai nilai pada skema.
      c. Induktor yang letaknya seri atau paralel dengan kapasitor variabel (varco), bagian ini sangat berpengaruh terhadap frekuensi VFO / oscillator. Dengan merubah nilai induktor dan atau kapasitor maka frekuensi output akan berubah. Jika nilai induktor atau kapasitor diperbesar maka frekuensi menjadi lebih rendah dan sebaliknya. Ada rumus tersendiri untuk menghitung frekuensi resonansi baik seri maupun paralel, silahkan cari calculatornya secara online.

      Nah, induktor anda letaknya dimana ? Silahkan dicek dulu.

      • Oke Om Trimks Banyak, Atas Penjelasannya yang sangat Gamblang, Nah ini Om, saya Bingung lagi ini Om, Saya Sudah Merakit Oscilator dengan sekema yang ada di Web nya AM KABUL ( Yang Pakai FET K.192) Sudah dua Kali Merakit Ganti PCB Rubah Posisi Komponen dengan Skema Sama, Tapi Hasil Signal Frekwensi yang timbul, kalau di monitor di radio Kok Induk Frekwensinya ada 2( Dua) besar signalnya sama yang satu Posisi frekwensinya di atas dan yang satu di bawah dan tengah tengahnya sepleteran keci kecil. Nah ini Kira2 Kesalahan Rakitan saya ini di mananya Om? Tolong Kasih Pencerahan Om, dan Trimks Sebelumnya.

      • Banyak kemungkinan yg bisa menyebabkan frekuensi dobel atau ada harmonik kecil-kecil.
        1. Varco. Kalau bisa pakai varco logam, kalau pakai varco plastik yang warnanya hitam.
        2. Koil. Coba dirubah letaknya berdiri atau mendatar. Koil harus stabil (di lem ke sasis jangan goyang2), kawat penghubungnya yg kaku. Letak koil jangan terlalu dekat ke dinding penyekat, jarak minimal 1 x diameter koil.
        3. Power supply harus stabil kalau berasal dari adaptor. Coba dikasih supply dari baterai 9 Volt, kalau bisa stabil berarti power supply harus diperbaiki. Lihat keterangan saya pada tulisan tentang VFO.
        4. Kapasitor kopling dan feedback ( 2 x 820 pF dan 47 pF ) bisa coba2 diperkecil lagi asal masih ada oscillasi.
        Saya kira Wak Kabul juga sudah menjawab panjang lebar tentang kiat2-nya, silahkan dicoba satu persatu.
        Saran saya coba nomor 1 dan 3 di atas lebih dahulu, supply pakai baterai. Semoga sukses.

  14. Trimks Om, atas sarannya akan saya coba, Mudah mudahan Kebaikan OM di beri imbalan pahala yang berlimpah dari yang Kuasa, Aaminn.

  15. sore Om,

    di tempat saya cari c1162 susah. apa bisa diganti yang lain ya?
    D313 atau BD139 gitu bisa kah?

    tks,

    • Bisa diganti om hendy, silahkan dicoba dulu.

      • pagi om,
        mohon informasinya, apakah beda coil menggunakan toroid ring, tube, binocular dan ferit batang?
        apakah bisa saling digantikan?
        disini cari toroid binocular syusyah. ferit batang ada stok jaman kecil dulu nyari di pasar loak tahun 1990-an.
        bongkar lampu PL juga dapat nya toroid ring yang kecil, ga dapat binocular.

        makasih om,

      • Sebetulnya masing2 bentuk ada tujuannya, khususnya pengaruh medan magnet yg dihasilkan. Ferit berbentuk toroid dan binocular medannya terbatas sehingga kurang mengganggu rangkaian sekitarnya, sedangkan untuk ferit batang medannya lebih luas sehingga bisa saling mempengaruhi kalau berdekatan.
        Kalau pakai ferit batang tehniknya adalah tata letak jika ada yg berdekatan diusahakan saling tegak lurus 90 derajat, bisa yg satu tidur yg lainnya berdiri, atau sama2 tidur tapi membentuk siku2. Bisa juga antara 2 ferit batang diberi penyekat logam atau lembar PCB yg tembaganya masih utuh.
        Saya lebih suka pakai batang ferit bekas spul antena SW karena pasti cocok dengan frekuensi 80m band, atau pakai ferit koker coklat 8 mm yang biasa dipakai untuk CB. Kalau pakai toroid bundar ada banyak macamnya dan belum tentu cocok kecuali beli impor sesuai spesifikasinya, mahal Bro.
        Intinya kalau tehnik tata letaknya diperhatikan maka semua bentuk ferit bisa saling menggantikan, tinggal kita mengetahui nilai induktansi dan tehnik melilitnya harus sama.

  16. Sip om. rasanya lebih siap untuk mulai nih..
    komponen sudah makin lengkap.
    tinggal rakit moga2 lancar..
    btw om biasa on air di 80m?
    lokasi dimana om? saya di cikarang. kemarin2 sudah scan pakai radio milik teman ga ada yang nyaut..

    • Coba pasang antenna dulu pakai sembarang kawat tapi panjangnya sesuai sekitar 17 – 19 m. Atau bikin antena loop bisa lihat di blog ini juga. Biasanya kalau sudah pakai antena luar lebih mudah menangkap rekan2 yg sedang komunikasi.

  17. pakdhe kluthik

    coba boss di setup pakai pll & freq.conter karo switch pilihan ssb/lsb/am/usb/sukur bisa fm ,kamsiak ,harigato,siesie,matur nuwun ,syukron katsir,tank’u……njaluk wae ngawur yoo…

  18. mau tanya bagaimana sih rangkaian power supply variabel dengan LM741..
    mohon di bantu donk,, makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: