Series Modulator dengan PWM

Setelah puas mencoba rangkaian Modulator Seri menggunakan LM 741 maka saya tertarik membaca kabar dari Kang Paimo untuk mencoba rangkaian Pulse Width Modulator (PWM) khususnya iming-iming pemancar punya Mbah Mangun.  Kelemahan rangkaian sebelumnya yang hanya bisa menyediakan pasokan kepada Final kurang lebih sebesar 50 % dari tegangan yang diberikan mendorong untuk mencoba rangkaian PWM, siapa tahu tegangan bisa full dan hasilnya lebih JOSSSS.

Pencarian skema yang sesuai membawa saya ke rangkaian Flyback Driver yang bisa dimodulasi audio dengan menggunakan IC TL 494 sehingga gabungan rangkaian dengan penguat Mic yang akan dicoba sebagai berikut :

Rangkaian siap dicoba  . . . . .

Rangkaian digabungkan dengan QRP Tx yang sudah dipakai untuk percobaan Modulasi Seri dengan LM 741 sehingga bisa dibandingkan antara keduanya.

HASIL  PERCOBAAN  :

1.  Rangkaian di atas bisa digunakan untuk modulasi AM dan bisa termonitor pada radio kempitan.

2.  Kualitas suara kurang jernih.  Kualitasnya kira-kira 70 % dari rangkaian modulator LM 741.

3.  Tidak ada fasilitas pengaturan tegangan output di emittor transistor seri.  Harapan semula bahwa tegangan bisa mendekati tegangan supply tetapi ternyata dengan supply 12 Volt hanya diperoleh tegangan sekitar 7 Volt yang bisa sampai di Final.  Rangkaian dengan LM 741 ( Update ) mempunyai fasilitas pengaturan yang lebih baik.

4.  Power sinyal yang dihasilkan berkebalikan dengan intensitas modulasi, dimana ketika modulasi keras maka sinyal justru berkurang.  Ada kemungkinan hal ini disebabkan rangkaian PWM di set pada konfigurasi bridge dengan 2 jenis output yang berlawanan fase yaitu pada pin 9 dan 10.  Apabila output diambil dari pin 10 mungkin dinamika sinyal akan naik turun mengikuti modulasi audio (saya belum mencobanya  :(  ).

5.  Pancaran sinyal termodulasi yang dimonitor pada radio kempitan mengandung banyak harmonik, diduga disebabkan gelombang modulasi output dari PWM berbentuk gelombang persegi.  Mungkin seharusnya output dari PWM atau transistor seri diberi low pass filter sebelum diumpankan ke Final.

Kesimpulan sementara :  Lebih baik menggunakan Series Modulator LM 741.

Silahkan lihat hasil Percobaan berikutnya :  Series Modulator PWM ala WA7JHZ, pasti cocok untuk Anda pergunakan  :)

 

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 04/10/2011, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Lha kalo konfigurasinya kaya gitu kan sama aja lah om.. ujung2nya TR seri klas A yang bonus nois osilasi PWM. kirain sudah yg milik WA7JHZ.🙂

    cumak bingung dgn induktor dan lilitannya filter😦 soalnya ngga spt disini yg langsung berapa lilitan dgn media lilit apa.. hehehehe. Semangat.

    • Hehehe namanya juga usaha, siapa tau bisa berhasil. Saya pikir dengan modulasi lebar pulsa maka tegangannya bisa konstan di 12 Volt sementara transistor hanya berfungsi sebagai saklar frekuensi tinggi ternyata sama saja hasilnya.
      Saya sudah siapkan untuk bikin seperti punya WA7JHZ pakai bahan komponen yg ada di sekitar saya. Kayaknya gak terlalu rumit hanya saja outputnya tetap 1/2 kali Vcc tuh, dari input 100 V DC ke Final cuma 40 V.
      Coba bikin yang dari Blekok LM 741 saja, pakai yg skema update, bagus kok hasilnya tinggal pakai power supply yang 25 – 30 Volt. Pasti modulasinya JOSSSS . Saya belum coba tegangan maksimal bisa berapa, kemarin pakai 22 Volt (ke Final distel 12 Volt) karena elco yg saya pakai tegangan 25 V takut meletus 🙂 . Besok lagi kita coba naikkan tegangannya

      • Yah kebetulan stok di gubuk saya utk PSU PC masih puluhan unit buangan sebuah instansi, jd utk tl494 ngga kesulitan kiranya utk sparepart inti.
        Ya memang sy kemarin pas nyoba seri Tr itu sama ngga pake potensio utk adjust emitor, jd tegangan yg sudah sy suntik sampe 60v lebih keluarnya, eh 60v ini nol-nya ilang jd cuma 6v pd emitor, hehehe bodo berulang kog emang sy..

        Sudah nyoba Tr serinya klas H? barangkali agak mendingan. Atau sudah punya koleksi skema PDM Mbah Mangun? sy mbaca skemanya langsung berkunang-kunang.

        irf830 output polnya berapa watt ya? hehehe kok lama2 sy agak ilfil kemarin disetrum 50v pas pake trafo, itu outputnya masih lebih besar output driver D313 sebelum C kopel.

      • Dari koleksi skema yg ada kerabat dekat IRF 830 yaitu IRF 840 bisa menghasilkan output 60 Watt. Hasil percobaan saya yang mana menunjukkan IRF 830 bisa menyalakan 2 bohlam 40 Watt 220 Volt paralel dengan nyala cukup terang mestinya daya output-nya ya sekitar 40 – 50 Watt. Hanya saja kemurnian spektrum frekuensinya belum terjamin untuk bisa digunakan komunikasi tanpa membuat TV tetangga jungkir balik gambarnya. Setelah masuk Low Pass Filter ternyata memang outputnya berkurang banyak sekali. Sekarang kita tinggal mencari formula bagaimana power-nya tetap besar dan frekuensinya bersih di sekitar 3,7 MHz atau 4,1 MHz. Tetap semangat ! ! !

      • Setelah amati skema Mbah Mangun kalo sy ndak salah baca rupanya juga dibangun dr Tr diseri, tp konfigurasinya mosfet irf250 yg diparalel 3 biji Itu juga Drainnya disetrum 80v sejalur dgn PA. Lha nanti PA-nya juga disetrum sendiri (80v) jd ngga ikut setrum dr output drain irf250 yg bercampur modulasi yang mungkin tegangan sudah naik-turun, walhasil powernya gahar krn ndak banyak yg di sunat. Nah rangkaian PWM sebelom masuk Gate irf250 yg 3 biji tadi kiranya lebih disederhanakan bisa pake PWM yg dibangun pake TL494. Yah mungkin demikian analisa bodo sy, mohon koreksinya.

      • Punya Mbah Mangun agak rumit, kita coba punya WA7JHZ dulu barangkali satu malam bisa kelar. Sabar Boss, kalau eksperimen yang terjangkau dulu ya jadi kalau gagal nggak menyesal terlanjur punya cita2 tinggi hueheheheee . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: