Vackar Oscillator #2 : Very Low Noise

Membuat oscillator Vackar dengan transistor 2N3904 merupakan pengalaman yang menyenangkan, sementara percobaan untuk meningkatkan dengan menggunakan FET mengalami kegagalan.  Selanjutnya saya mencoba membuat rangkaian Vackar Oscillator hasil disain Iulian Rosu (YO3DAC / VA3IUL – http://www.qsl.net/va3iul/ ) yang dimuat dalam tulisan berjudul “Very Low Phase Noise Vackar VFO for HF Transceivers”.  Seperti biasa, saya menyesuaikan dengan stock komponen yang ada di laci saya.

Sementara rangkaian digambar, silahkan unduh artikel aslinya dulu ya, Bro . . .

Kumparan pembangkit frekuensi saya buat menggunakan 50 lilit kawat email 0,3 mm pada koker silinder plastik diameter 8 mm, sama dengan pada oscillator Vackar sebelumnya.  Varco menggunakan varco besi cukup 1 gang saja.

L2 = 30 lilit kawat email 0,3 mm pada ferit batang.

L3 = L4 = 2,5 mH 100 mA, saya copot dari rangkaian pemancar yang tidak terpakai.

L5 dan L6 = dililit pada ferit balun TV menggunakan kawat email 0,3 mm, primer 20 lilit dan sekunder 5 lilit.

L7 = kawat email 0,6 mm 5 lilit diameter kumparan 1 cm, tanpa koker.

L8 = 9 lilit, sama dengan L7.

Transistor saya gunakan BD 139 untuk jenis NPN dan BD 140 untuk PNP.

Power supply + 9 Volt melalui IC 7809.

Hasil Percobaan :

Sinyal terdengar halus pada radio kempitan, bisa dituning dengan mudah frekuensi antara 3,5 MHz sampai 5,0 MHz ( kurang dan lebih, varco belum sampai mentok ).

Rangkaian tampak agak rumit tetapi pastinya tidak akan mengecewakan anda.

 

Update :

Percobaan oscillator ini pada beberapa rangkaian driver ternyata membawa getaran samping yang mengotori frekuensi lain pada penerima.  Diduga disebabkan metode konstruksi atau nilai komponen yang kurang tepat khususnya pada bagian trafo kopling dan filter.  Masih diperlukan percobaan lanjutan supaya hasilnya maksimal.

Untuk sementara saya kembali ke oscillator Vackar dengan 2N3904 sebagai andalan dalam percobaan.

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 15/11/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. OM BOB …ijin copy paste LPF. matur nuwon.

  2. Silahkan copy paste yang mana saja biar bermanfaat untuk orang banyak. Eh, LPF yang mana ya ? Garuk-garuk hehehe . . .

    • itu lho bagian L7 dan L8, semoga saja nanti tdk “mlenceng” saat zerobeat.

      • Rangkaian L7 dan L8 saya juga baru lihat, jarang ada pada oscillator / VFO pada umumnya. Fungsinya sebagai filter dan impedansi dirancang untuk 50 ohm nanti kita coba dimasukkan ke transmitter. Kalau ternyata melenceng ya kita obrak-abrik lagi, gitu Brow . . .

  3. wah pantas di coba neh om,,

  4. Saya berkesan sekali dengan osilator Vackar . Dulu pernah coba di frekuensi sekitar 32Mhz untuk disuntikkan ke pesawat CB (pinjaman) Colt 485DX agar bisa bekerja di Band 15 meter . Mengingat IF nya 10,695 maka ada dua pilihan VFO agar bisa bekerja di 15m yaitu di 32MHz (10,695+21,3 ) atau 10,6MHz ( 21,3 – 10,695 ) . Kalau memakai VFO di 10,6 ada kemungkinan kelipatan 2 nya akan mengganggu ( 10,6 x 2 = 21,2MHz ) . Ternyata memang benar Vackar bisa stabil pada frekuensi sekitar 32MHz , dan saya pun bisa senang melanglang buana dengan 12 Watt……..

    • Nah itu dia saya juga ingin mengalami kepuasan seperti Kang Paimo. Saya baru bikin pemancar transistor asal2an saja buat nyoba dengan power yang agak besar semoga tetap stabil.

  5. Betul mas, coba dulu masuk ke bufer driver dan final banyak moniknya atau tidak kalau cuma osclator kadang2 stabilnya hanya semu dan setelah complit eh jadi pesawat gak keluarga berencana alias banyak monik.

  6. Om Bob…………….e-mailnya kok gak bisa ya………?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: