QRP TX #2, Power = 3 Watt

Dasar rangkaian yang saya gunakan kali ini diambil dari Linier Amplifier untuk BITX dari OM Yoke (YC3LVX). Asumsi pemilihan adalah karena rangkaian dirancang linier pada mode SSB mestinya bisa dipakai juga untuk mode AM.

Rangkaian kurang lebih sebagai berikut, beberapa bagian sudah saya modifikasi.

Dalam percobaan ini supply untuk Final digabung dengan Driver sebesar 12 Volt, Low Pass Filter belum dipasang.

HASIL  PERCOBAAN :

1.  Percobaan awal bias Mosfet distel sehingga arus drain 100 mA.  Tegangan output sampai 108 Volt, dummy load 53 ohm tidak panas.  Diduga ada masalah pada bias Mosfet sehingga tidak optimal.  Selanjutnya bias diturunkan sehingga arus drain sekitar 10 – 20 mA saja.

2.  Frekuensi output pada C kopling final ternyata besarnya 2 x frekuensi oscillator, berarti ada resonansi pada output Mosfet.  Koil L3 diganti dengan yang nilai induktansinya lebih besar, 25 lilit kawat email pada ferit tubing induktansi sekitar 1 mH.  Pengukuran ulang menunjukkan setelah L3 diganti maka frekuensi output sudah sesuai dengan frekuensi oscillator.

3.  Tuning dari frekuensi terendah ke frekuensi tertinggi menunjukkan frekuensi output bisa melonjak naik atau turun tidak linier, berbeda dengan frekuensi oscillator yang sudah linier.  Solusinya dengan merubah resistor pada emitor TR1 semula 22 ohm menjadi 47 ohm,  rangkaian RC pada emitor TR2 ditiadakan dan resistor pada emitor TR2 dirubah dari 22 ohm menjadi 39 ohm.  Setelah dilakukan perubahan maka tuning sudah linier sesuai frekuensi oscillator.

4.  Output pemancar walaupun tegangan RF-nya besar tetapi pada dummy load 53 ohm tidak panas, berarti impedansi output belum sesuai.  Setelah dihitung di atas kertas seharusnya impedansi rangkaian berkisar belasan ohm, dicoba dengan dummy load 15 Ohm bisa terasa panas.  Untuk menyesuaikan impedansi output menjadi sekitar 50 ohm dipasang L8 untuk menaikkan impedansi output.    Pada input L8 dipasang resistor 470 ohm agar beban Final Mosfet lebih stabil dan tidak terjadi osilasi.

Percobaan pada output L8 dipasang resistor 47 ohm sudah bisa panas, demikian juga sesudah LPF dipasang secara lengkap pada outputnya diberi  dummy load 47 ohm juga bisa  panas.

Pengukuran terakhir menunjukkan tegangan RF sebelum Low Pass Filter adalah 20 Volt dan tegangan RF output sesudah LPF sekitar 17 Volt, atau identik dengan power output sekitar 2,8 – 3 Watt.  Sudah cukup besar jika akan digunakan sebagai exciter bagi Linear Amplifier Push Pull dengan Mosfet.

Power output bisa ditingkatkan dengan menaikkan bias Mosfet tetapi harus dipertimbangkan efisiensinya dibandingkan besarnya daya DC yang digunakan.

 

 

z

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 16/01/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. om bob, itu L1, L2, L3, L6 dan L7 sebenarnya pake toroid atau pake ferit om?? ada sedikit keraguan nih om

    • Asli skemanya OM Yoke tulisannya toroid, saya bikinnya di ferit. Saya ada toroid tapi spek-nya nggak jelas, lebih baik pake ferit saja yang sudah tahu kemampuannya untuk RF, gitu Boss . . .

  2. om,, boleh minta skema hasil scan om??? klw skema yg di atas klw di print hasilnya kurang memuaskan om???

    • Di gambar ulang sendiri aja mas pake komputer/printer Built Up kita (tangan). Meskipun dr asal pendesain skema ndak meng-copyright-kan disainnya, tapi baiknya tetep kita hormati hasil karyanya. Kata orang2 yg lurus aturan “Biar ga nemen2 copas-nya”. Kira2 demikian kenapa setiap postingan skema Om Bob yang hasil referensi rekan Amatir lain lebih memilih nampilkan hasil “Printer Built Up nya” sendiri daripada scan/copas skema asli. Kalaupun hasil scan biasanya rekan2 lebih milih berbagi via Imil dimana lebih personal daripada langsung ke postingan.

    • Silahkan dilihat skema OM Yoke :

      http://yc3lvx.blogspot.com/2011/06/bitx-linear-amplifier-ver2.html

      Terus dicocokkan dengan gambar coretan saya mudah2an lebih jelas.

  3. salam kenal Om Bob, saya itok dari solo, saya kesulitan mendapat varco besi, apakah varco PCB bisa untuk vfo, trims om Bob, sehat selalu.

    • Tentu saja varco PCB bisa dipakai, hanya saja kendalanya jika pembuatan kulang baik maka tuning tidak bisa halus, harus hati-hati waktu memutarnya. Seandainya kapasitansi varco PCB terlalu kecil karena bahan yang terbatas silahkan diparalel dengan kapasitor biasa sampai frekuensi yang diinginkan tercapai.
      Alternatif lain bisa digunakan tuning tanpa varco, yaitu menggunakan potensiometer ditambah dioda tuning. Dioda khusus untuk tuning namanya varicap/varactor, bisa diganti dengan dioda 1N4007, dioda LED, dioda zener, bahkan bisa menggunakan mosfet silahkan browsing saja.
      Jika anda akan menggunakan varco plastik silahkan dicoba varco yang plastik/kotaknya berwarna hitam.

  4. watur nuwun

  5. omo bob, kira2 apa ya penyebabnya koq rangkaian final single ended q koq ada berisolasi ya??? padahal biasnya udah di set ke posisi paling kecil, tp osilasi masih ada terdengar,, trus koq RFC L3 L6 seperti d skema di aas koq sangat panas ya klw di kasi tegangan lebih dari 18 volt, padahal semua komponen dan skema udah sesuai dengan ketentuan di atas,, gk ada yg di rubah sedikitpun,, kira2 apa ya om permasalahannya??? udah copot sana copot sini tp blm ketemu jg permasalahannya

    • Coba dicek lagi secara bertahap apakah betul final berosilasi :
      1. Hubungkan output dengan dummy load. Lepaskan hubungan dari C kopling 100 nF ke driver. Solderkan sementara ujung C tsb ke ground.
      2. Bias distel nol volt (minimum), ukur arus drain nol mA. Naikkan tegangan bias pelan2 sampai arus drain naik menjadi 10 – 20 mA saja. Cek mosfet mestinya terasa agak hangat, cek radio penerima mestinya tidak ada osilasi pada frekuensi SW, FM dan sekitarnya.
      3. Jika ada osilasi kemungkinan dari tegangan bias. Lepaskan hubungan tegangan bias dengan potensio ( kaki tengah dan ground potensio biarkan saja ). Hubungkan kaki potensio maks dengan baterai 9 Volt (positif ke potensio, negatif ke ground). Atur kembali bias sampai sekitar 10 – 20 mA seperti di atas). Apabila sekarang tidak ada osilasi berarti rangkaian bias harus diperbaiki yg lebih stabil. Jika rangkaian bias sudah menggunakan IC 7805 atau 7809 agar dicek bagian outputnya ke potensio bias harus ada C filter 10 nF atau 100 nF ke ground. Kalau sudah ada dan masih osilasi kemungkinan sumber getaran liar berasal dari Power Supply pemancar, rangkaian Power Supply diganti yang lebih stabil. Saran saya pakai regulated power supply yg bagus atau bikin yg pakai IC LM723.
      4. Kita anggap Final sudah tidak ada osilasi. Lepaskan solderan C kopling yg di ground tadi, solderkan kembali ke Driver. Lepaskan ujung C kopling ke buffer, solderkan sementara ke ground. Ulangi proses pengecekan osilasi seperti di Final. Kalau ada osilasi berarti driver penguatannya terlalu tinggi, cabut C bypass pada R emittor, kemudian perbesar nilai r emittor. Apabila pada emittor tidak ada resistor, tambahkan R emittor bertahap dari yg nilainya kecil terus membesar sampai osilasi hilang.
      Dengan melaksanakan 1 – 4 mudah2an sudah tidak ada osilasi lagi pada pemancar. Ingat, semua tes dilakukan dengan dummy load terpasang pada lokasi antenna.
      5. RFC L3 dan L6 sangat panas, berarti terjadi arus berlebihan pada drain. Apakah arus drain dimonitor pakai AVO meter ?
      Kemungkinan arus berlebih antara lain karena osilasi, penguatan terlalu besar tidak terkendali. Cek dan selesaikan dulu osilasinya.
      Kemungkinan kedua Mosfet mati korslet, coba diganti Mosfet-nya. Seharusnya tanpa input arus drain ya hanya 10 – 20 mA dan tidak menimbulkan panas pada RFC.
      Jika sudah tidak ada osilasi, pemberian signal kemungkinan besar hanya akan menyebabkan arus drain naik menjadi 2 sampai 4 Ampere. Silahkan dicoba bertahap.
      Silahkan juga dicoba pemberian rangkaian RC antara drain dengan gate yang akan meredam penguatan Mosfet.

  6. OM Bob, performansi gimana? sudah dicoba buat ON air? sampai berapa jauh?

    • OOH belum dicoba, tujuannya buat exciter nanti masuk Linear Amplifier biar jadi puluhan atau ratusan Watt begitu Bro. Kalau kemampuan pancar ya tergantung ideal tidaknya antenna dan propagasi gitu Boss . . .

  7. saya coba vakcar, kopi paste plek, tapi saya ukur pakai Feq. Q. sama dengan FQ om Bob, kok nggak keluar angkanya. udah saya ubah sesuai apdite, kok masih nggak keluar. minta pencerahannya. Nuwun, Itok solo

    • Saya pernah bikin yg ukuran lebih kecil pernah gagal juga, bikin yg versi FET juga gagal. Untuk rangkaian yg ini saya anggap kaki2 transistor sudah betul, tolong dicek ulang :
      1. Semua titik sudah disolder dg benar dan terhubung, perhatikan khususnya pd koil. Cek dengan AVO meter, kadang2 kaki komponen sudah ada soldernya tapi kurang tersambung.
      2. Kapasitor dari koil menuju basis TR 1 diganti nilai besar sekitar 100 – 150 pF. Kalau rangkaian sudah betul biasanya ada osilasi. Kalau sudah ada getaran maka C ini dikurangi bertahap.
      3. Letak koil silahkan diubah seperti pada update, bisa mempengaruhi osilator.
      4. Jangan lupa cek jalur power supply, apakah semua transistor ada tegangan.

      Saya kira itu hal yg prinsip, kalau tidak bisa mungkin transistornya rusak. Cek dulu pakai AVO meter sebelum dipasang pada rangkaian.

  8. he he he matur thanknyu pencerahannya, sudah saya coba, langsung nekad, C 22pf saya ganti 1000 pf (feder) eh nongol 3555.xx pada UP saya putar varco down 3444.xx dan STABIL he he he trus C 1000 pf saya ganti 470pf hasilnya 3999.xx putar varco jadi 4112.xx dan lagi lagi stabil kaya pake kristal HE HE HE (bibirnya tambah lebar) trima kasih. saya mau lanjut dulu sekian laporan.

  9. wah jadi pengen ikut bikin…

  10. Om bob, cara hitung impedansi output TR final gimana?

    • Wah saya bisanya cuma menggunakan cara BODHOL atau BODOHL yang belum tentu benar sebagai berikut :
      1. Ukur tegangan dan arus pada kolektor transistor atau drain mosfet. Katakanlah 12 Volt dan 500 mA. Pengukuran adalah dalam kondisi basis atau gate diberi sinyal.
      2. Hitung berapa daya DC = Tegangan x Arus = 12 V x 0,5 A = 6 Watt . Ini adalah daya DC, begitu ya.
      3. Berapa besarnya daya AC atau daya RF, dilihat dulu jenis rangkaiannya. Kalau rangkaian kelas A bisa dikira-kira efisiensinya sekitar 30 %, kalau rangkaian kelas AB kira2 efisiensi 50 – 60 %, kalau rangkaian kelas C kira2 efisiensi 70 %. Mungkin asusmsi ini keliru saya belum lihat lagi di buku primbon namanya juga perhitungan cara bodoh kadang2 saya menentukan sesuai perasaan saja hehe HEHE.
      4. Katakanlah kita memilih efisiensi 50 % maka diduga daya RF sekitar 50 % x 6 Watt = 3 Watt.
      5. Ada rumus impedansi Z = (Vcc kuadrat) dibagi ( 2 x Power RF ) sehingga untuk contoh soal kita tersebut maka nilai impedansi Z = ( 12 Volt kuadrat ) dibagi ( 2 x 3 Watt ) = 144/6 = 24 ohm

      Nah dari hitungan cara bodoh tersebut silahkan diuji coba dengan memberikan dummy load sesuai nilai impedansi sesuai perhitungan. Kalau hitungan bodoh sudah benar maka bisa dipastikan dummy load terasa panas dan panasnya mencerminkan power outputnya. Misalnya contoh di atas power output 3 Watt kita pasang saja dummy load resistor karbon 2 Watt, kalau hitungan sudah benar maka dummy load bukan hanya terasa hangat malah terasa agak panas. Demikian selanjutnya hasil hitungan bodoh diverifikasi dengan pengujian langsung, hasil hitung2an hanya untuk memperkirakan saja.
      Begitu om Wahyu perhitungan cara Bodhol semoga bisa berkenan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: