MODULATOR AM – MC1496

Pemancar radio dengan sistem modulasi amplitudo ( AM ) sangat digemari oleh homebrewer karena kesederhanaannya. Pada umumnya sinyal RF atau carrier yang dibangkitkan oscillator diperkuat sampai mencapai level daya yang diinginkan baru kemudian pada tahap penguat akhir dilakukan modulasi dengan sinyal audio. Dengan sistem ini maka pengolahan sinyal pada tahap driver tidak terlalu kritis sehingga bisa digunakan penguat kelas C demikian pula pada penguat akhirnya. Sistem ini membutuhkan modulator berupa penguat audio dengan daya besar termasuk penyediaan power supply yang bermutu baik dan trafo modulasi ataupun modulator seri yang pada prakteknya pembuatannya tidak sesederhana yang kita bayangkan.
Pada eksperimen ini saya mencoba menggunakan sistem modulasi amplitudo level rendah (Low Level AM) dimana modulasi diberikan pada carrier yang baru dibangkitkan oleh oscillator + buffer, dengan keuntungan kita tidak perlu membuat amplifier audio berdaya besar termasuk power supply dan trafo modulasinya. Sistem ini membutuhkan driver berupa Penguat Linier (Linear Amplifier) demikian pula untuk penguat akhir / Final harus yang bersifat linier pula. Mengingat akhir-akhir ini sudah banyak rekan yang menggunakan mode SSB dan sudah banyak skema penguat linier maupun Final yang bisa dipergunakan maka pembangkitan AM pada level rendah ini patut dicoba.

Skema rangkaian yang saya coba :

Sumber sinyal audio saya gunakan Mic Pre-amplifier dari pak Indra S. Ekoputro yang sudah dilengkapi Low Pass Filter 3 kHz sebagai berikut :

Hasil solder menyolder sebagai berikut :

HASIL EKSPERIMEN :

1.  Potensio untuk mengatur level carrier maupun audio sangat diperlukan, karena kualitas modulasi tergantung keseimbangan input RF dan audio.  Terdapat level RF maksimal yang memberikan hasil terbaik, tidak berarti jika RF diatur maksimum maka hasilnya akan maksimal pula.

2.  Kualitas audio medium cenderung ke arah bass, dibandingkan dengan carrier-nya terdengar “NENDANG” atau seolah-olah powernya lebih besar.

3.  Output AM Modulator ini frekuensinya langsung mengikuti oscillator.  Berbeda dengan rangkaian menggunakan NE602 yang sudah saya coba dimana outputnya menggunakan rangkaian LC untuk tuning, ternyata output bisa berbeda frekuensinya dengan frekuensi oscillator tergantung tuning rangkaian LC-nya.  Modulator dengan MC1496 lebih praktis tidak perlu kuatir ada perubahan frekuensi.  Kalaupun ada pergeseran mungkin hanya sedikit saja saya belum sempat mengukurnya.

4.  Sangat direkomendasikan untuk yang sudah punya pemancar SSB atau sudah punya penguat linier, atau untuk rekan yang malas membuat audio amplifier dan menggulung trafo modulasi.

Selamat mencoba.

 

UPDATE :

Jika anda kurang suka “tone” yang cenderung nge-bass silahkan merubah kondensator 100 uF setelah potensio input audio pada rangkaian modulator AM MC1496 menjadi 47 uF dan bandingkan sensasinya yang berbeda.
z

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 30/06/2012, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. kalau buat fm ya kendalanya masing susah bikin kumparanya itu, xixix

  2. Kalo mau dikerjakan untuk DSBSC Apanya yang dirubah Om..??

    • Wah kalau untuk DSBSC tinggal lihat datasheet MC1496 sudah ada contohnya ragkaian balance modulator. Justru yang susah cari rangkaian yg ini nih bos hehehe . . .

  3. Oke om…nanti tak cari datanya…Maksutku biar bisa main da2nya AM/DSBSC.Dulu saya pernah bikin BalMod pake dioda ,untuk DSBSC lumayan,Tapi AMnya..modulasi ketinggalan alias klelep.

    • Betul om di datasheet terutama mengulas untuk aplikasi DSBSC, disitu ada potensio pengatur balans sehingga kalau mau keluar carrier untuk AM tinggal dibuat unbalance. Tapi saya cari skema yang langsung menjadi AM Modulator cukup sulit akhirnya ketemu skema ini. Tinggal dicocokkan dengan datasheet maka anda bisa tambah switch supaya bisa dapat mode DSB-SC dan AM sekaligus.

  4. weleh, tebakan saya benar, pasti rancangan Om Bob nggak jauh2 dari skema yang ada di datasheet hahaha…saya juga mau bikin…tapi harus pay a visit ke Glodok dulu…

    • Silahkan om rudik yang jelas rangkaian ini cukup bagus hasilnya, untuk DSB-SC-nya lihat yg di datasheet pasti bagus juga. Tinggal ditambah saklar saja dapat 2 mode AM dan DSB. Selamat bereksperimen.

  5. sugeng riyadi

    berarti rangkaian diatas masuk buffer bukan masuk final, seperti yang sebelumnya???

    • Betul, rangkaian ini seolah2 sinyal oscillator yg sudah ada modulasinya jadi masih lemah. Output dimasukkan ke driver berupa penguat linier, tidak bisa driver pemancar AM yang biasa karena modulasinya akan rusak. Final juga harus yang linier misalnya pakai mosfet kelas AB yang ada pengaturan tegangan gate-nya, tidak bisa pakai Final kelas C.

  6. Wah….Om Bob ada maenan baru! Layak di coba neh! Kayanya setelah selese ngerjain pemancar AM yang biasa,baru bisa ngerjain yang ini…….kebanyakan mau,waktu gak ada! Hehehe…..!

    • Satu persatu aja om Kristiyandono, biar ada salah satu yang jadi hehe . . .

      • Hehehhe……siap om. Untuk modulator AM yang Om Bob buat ini, saya udah selesai bikin PCB-nya plus PCB preamp mic-nya. Untuk range frekuensi-nya maksimal berapa,om? Kalo mo saya aplikasikan di 11m band apakah bisa? Menggunakan OSC kristal untuk RF in-nya? Kalo untuk di 80m band saya rencanya mo buat OSC Vackar yang Om Bob buat. Lumayan buat bunuh sepi,sambil nunggu buka puasa.

      • Bisa om Kristiyandono, kalau pakai MC1496 itu rangkaian sapujagad di 11 m juga bisa. Untuk input cocoknya memang dari oscilator/buffer sebab hanya butuh sinyal kecil saja.
        Jangan lupa untuk penguat selanjutnya harus linier.
        Selamat eksperimen Om.

  7. Mmmm…..mantap! Rangkaian sapu jagad,ya? Sudah saya siapkan Oscillator TTL yang bisa sampai 30MHz,om. Tinggal ngerakit aja. Belum di coba. Sayang gak punya frekuensi konter,jadi meraba-raba dech….nanti saya sharing lagi kalo udah jadi.

    • Siap Om Kristiyandono, boleh pake frekuensi berapa saja hehehe. Lanjutkan eksperimen dan sharing Om, sekalian coba2 bikin frequency counternya. Sukses selalu.

  8. Modulator ini bagus, saya pernah bikin terutama response frekwensi audionya sangat lebar, kelemahannya, penguat di depannya harus penguat linear yang notabene rendah efisiensi nya. Jadi untuk transmitter AM jarak pendek (broadcast) untuk didengar sendiri sangat cocok. Sambil menikmati lagu-lagu di radio kuno…

  9. bagus bwat broadcast,,,,,,,byar bsa stereo,,,,harus nambah aja om

  10. wah..bagus sekali baru saya baca semua tentang radio am…saya pingin punya pemancar am dengan daya 500 watt..apakah bisa di sini membuatnya ato di rakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: