VFO NE602

Rasa penasaran ingin membuat VFO yang stabil membawa saya kepada pencarian rangkaian VFO menggunakan IC. Saya sudah mencoba menggunakan TA7358 tetapi hasilnya kurang memuaskan dimana frekuensi VFO meloncat-loncat tidak teratur sehingga tidak saya lanjutkan. Kebetulan saya mendapat hibah IC NE602 / SA602 dari pak Indra S. Ekoputro yang merupakan IC multiguna untuk RF, yang katanya menurut literatur bisa juga dirangkai menjadi VFO yang “Rock Solid”. Beberapa kali browsing membawa saya kepada satu rangkaian VFO yang kemudian sesuai ilham yang saya terima dipadukan dengan buffer generik serta disusun dengan metode bodol pokoknya jadi dulu tidak peduli apa kata orang terhadap rangkaian tersebut.
Beginilah skema berdasarkan ilham yang saya dapat :

Selanjutnya saya buatkan PCB dengan rancangan awal akan menggunakan satu varco biasa. Namun demikian di tengah perjalanan proses saya menemukan sebuah benda eks tuner FM, semula saya kira sejenis varco tapi bentuknya berbeda tetapi ternyata benda itu adalah variabel inductor, yang apa boleh buat karena dia muncul ketemu saya akhirnya saya libatkan juga dalam rangkaian osilator ini.
Inilah si variabel inductor eks tuner FM tersebut :

Induktor ini mempunyai 6 silinder, 3 silinder kosong dan 3 silinder isi.  Silinder yang berisi lilitan terdapat masing-masing sepasang kawat email yang keluar di bagian bawahnya, semua saya hubungkan seri.  Nilai induktansi saya ukur antara 0,03 uH sampai 0,18 uH jika diputar kenopnya sampai pol bisa sekitar 5 – 7 putaran.

Setelah disolder maka dia jadi begini :

Dapat dilihat bahwa lay out PCB mengikuti gambar skema untuk memudahkan kontrol.  Kapasitor 1000 pF dua buah menggunakan polystyrene alias padder alias kapasitor kertas dan satu buah kapasitor NP0 500 pF.  Koil L1 pada koker 8 mm dipasang tanpa ferit untuk membantu kestabilan osilator.  Dalam eksperimen ini osilator belum dilakukan shielding.

HASIL  EKSPERIMEN :

1.  Jangkauan frekuensi didapat antara 2,450 MHz sampai dengan 3,100 MHz dengan tuning menggunakan varco.  Adapun tuning menggunakan PTO menghasilkan pergeseran frekuensi antara 40 – 50 kHz sehingga cocok digunakan sebagai Fine Tuning.  Pergeseran 40 – 50 kHz tersebut diperoleh dari 5 – 7 kali putaran.  Dengan jangkauan frekuensi seperti ini maka sangat cocok digunakan sebagai osilator lokal untuk transceiver BITX 40 m Band dengan IF 10 MHz, seperti yang akan saya buat berikutnya hehehe . . .
Variabel inductor ini boleh tidak dipasang, sebagai gantinya silahkan membuat rangkaian fine tuning dari varco kapasitas kecil (diseri dengan kapasitor 10 – 25 pF) atau menggunakan dioda/varactor.

2.  Apabila rangkaian resonansi menggunakan kapasitor NP0 (bukan varco) maka osilator lebih cepat stabil dibandingkan dengan jika menggunakan varco. Masalahnya adalah lebar tuning yang hanya berkisar 40 – 50 kHz menyebabkan kita harus menyediakan beberapa kapasitor untuk menjangkau lebar frekuensi yang diinginkan dan disusun berupa rangkaian menggunakan switch rotary atau cara lainnya.

3.  Kestabilan frekuensi sangat memuaskan, setelah stabil maka naik turun hanya pada satuan Hertz saja sehingga tidak perlu menggunakan rangkaian FLL lagi.

4.  Beberapa bagian rangkaian di atas disusun berlebih-lebihan antara lain pada datasheet dikatakan bahwa output dari NE602 merupakan “buffered output” tetapi tetap saya beri rangkaian buffer.  Demikian pula untuk regulasi tegangan sebetulnya cukup menggunakan satu buah IC 7805 tetapi saya pasang 7809 baru dilanjutkan 7805.  Tidak apa-apa, jika anda tetap mengikuti skema di atas berarti anda secara sukarela mengikuti kebodohan yang sudah saya perbuat dalam menerima ilham tentang rangkaian ini, mudah-mudahan anda ikhlas dan mendapat pahala yang setimpal.  Aamiiin.

Selamat bereksperimen, mudah-mudahan anda bisa menemukan IC NE602 / SA602 atau persamaannya yaitu NE612 atau SA612.

z

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 06/11/2012, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. yudi, penggemar BITX

    Om Bob , ceritakan waktu warming up / osilator dihidupkan pertama, sampai berapa lama sampai dianggap sangat stabil, sambil dimonitor di Frequency Counter ?

    • Seandainya mau bikin yg ini om Yudi, dengan menilai pengorbanannya, disarankan bikin DDS saja selisih harga tidak terpaut jauh, stabil, dan sangat fleksibel. Kecuali anda sudah punya NE/SA 602 silahkan dicoba dan dibandingkan.

      • VFO hasil eksperimen saya yang paling stabil adalah Vackar pakai varco besi plus FLL. Sejak dihidupkan hanya menunggu sekitar 15 detik penyesuaian FLL-nya selanjutnya stabil perubahan hanya +/- 10 Hz dan FLL lock sempurna.
        Pada umumnya VFO yang stabil dalam 1 sampai 2 menit sudah tidak berubah hanya naik turun di sekitar satu titik saja. VFO yang cukup stabil dalam 5 menit sudah bisa menetap di sekitar satu titik, tetap juga bergeser naik turun.
        Saya juga membuat VFO dengan NE/SA 602 ini untuk frekuensi 6,2 – 6,3 MHz tanpa PTO bekas tuner FM, stabilitasnya berbeda.
        Kalau anda ingin yang pasti stabil dan frekuensinya sangat fleksibel kembali saya sarankan membuat DDS saja.

  2. Mohon izin Mas Bob, aku posting di sini :
    http://amatirindo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=446:vfo-ne602&catid=51:teknik&Itemid=41
    isi ngga’ ada yang diubah dan disertakan juga sumbernya koq… boleh yaaa…:)
    73…de yd1dkq

  3. Hallo om Bob,

    Boleh minta Skema DDS VFOnya yang pake Pic16C628nya, Plus hex filenya ?
    Rotary Encodernya gampang nggak carinya?
    Terima kasih sebelumnya.

    Regards,
    Sugeng. K

  4. Mas, Sampean selain Guanteng juga Lucu & Imuetz, baik hati dan tidak sombong, suka menolong, rajin menabung dan pandai mengaji, hua.ha.ha.ha.., moga makin lancar aja Rejekinya mas, Amiiiiiiin….

  5. mas jogowono,saya tertarik menggunakan ic ne 602 belinya di mana ya?saya akan expriment AVIATION RECEIVER tapi cari ic ne 602 gak ketemu2. makasih infonya

    • Kalau tidak salah di group FB tentang BITX dan Homebrew Amateur Radio Club Indonesia ada yang menawarkan, silahkan gabung dulu mas. Kalau sengaja cari di toko sudah susah sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: