Monthly Archives: Januari 2014

RANGKAIAN TEST MONITOR SSB

Selamat Tahun Baru 2014.

Tepat di awal tahun ini kita akan membuat sebuah proyek sederhana tetapi sangat bermanfaat untuk menunjang eksperimen dalam pembuatan pemancar dan penguat linier Single Side Band ( SSB ).

Sepanjang saya membuat eksperimen terkait SSB, saya selalu bertanya-tanya tentang bagaimana hasil eksperimen tersebut ketika dipancarkan untuk berkomunikasi. Upaya memantau melalui radio kempitan dan penerima SDR sederhana hasilnya kurang memuaskan, apalagi jika mengandalkan report dari rekan Radio Amatir ketika berkomunikasi. Wah, dari 10 orang yang ditanya mungkin hasilnya bisa 25 pendapat yang berbeda-beda tergantung mood masing-masing he he he . . .

Berikut ini adalah rangkaian yang bisa digunakan memonitor secara real time signal SSB yang dipancarkan oleh pesawat pemancar atau penguat linier yang sedang kita coba, sehingga kita bisa tahu bagaimana pengaruh perubahan setelan bias, perubahan volume modulasi atau mic gain, perubahan nilai komponen dan sebagainya, terhadap kualitas pancarannya. Silahkan diamati dulu skemanya sebagai berikut :

Skema Tes Monitor SSB

Rangkaian saya solder menumpang dari PCB proyek lain yg tidak jadi, tapi sudah ada penguat audio LM386-nya jadinya begini :

Foto Tes Monitor SSB

KETERANGAN :

1.  Antena cukup menggunakan antena tarik yang pendek, waktu uji coba cuma saya hubungkan dengan kabel yang panjangnya kira-kira 1 meter saja.

2.  Oscillator bisa menggunakan rangkaian apa saja yang anda punya.  Ketika dicoba saya menggunakan oscillator DDS dan frekuensi di set sesuai frekuensi yang dipancarkan oleh transmitter.  Namun demikian sekalipun frekuensi pancaran di 6,990 dan 7,000 MHz ketika frekuensi oscillator saya rubah ke 10.000 MHz ternyata tetap bisa berfungsi juga.  Mungkin karena saya test pada penguat linier yang outputnya cukup besar ?  Hmmm . . . masih perlu investigasi nih.
Jadi silahkan memilih rangkaian oscillator yang anda suka, yang sederhana dan praktis adalah rangkaian yang menggunakan kristal toh frekuensinya tidak banyak berpengaruh.  Silahkan dijadikan eksperimen anda pribadi hehe . . .

3.  Dioda saya gunakan DUG (Dioda Universal Germanium), saya comot asal saja dari laci kerja saya tidak diperhatikan nomornya berapa.  Kalau anda tidak punya dioda germanium dan adanya 1N4148 ya silahkan dipakai saja dulu.

4.  Penguat audio saya pakai LM386 karena saya sudah punya rangkaiannya di PCB proyek yg terhenti, silahkan jika anda mau pakai rangkaian yang lain.  Tadinya saya pakai setting penguatan 20 kali ternyata volumenya kurang besar, sehingga saya rubah sesuai rangkaian di atas yang penguatannya 200 kali.  Saya rasa volumenya sudah cukup besar buat yang telinganya budeg dikit seperti saya hehe . . .

5.  Output audio dari LM386 bisa digunakan untuk menggerakkan loud speaker kecil, tapi nanti akan feedback ke rangkaian pemancar yang kita coba.  Makanya silahkan dihubungkan ke headphone yang biasa saja, karena output LM386 cocoknya untuk yang impedansinya tidak terlalu tinggi.

UPDATE :

Agar monitor lebih mantab silahkan ganti RFC dengan rangkaian LC paralel sesuai band yang dimonitor.  Nilai L dan C silahkan mencontek yang sudah ada pada rangkaian Band Pass Filter (BPF) baik rangkaian BITX, Ararinha, Bingo, Emprit, Prenjak, Micro 40S dan sebagainya.  Yang saya coba koil digulung pada koker 8 mm induktansi sekitar 6,8 uH diparalel dengan kapasitor 47 pF.  Dengan memutar inti ferit bisa dicari resonansi yang tepat dan monitor lebih besar dan nyaman.

Saya belum tahu penyebabnya, tapi suara bisa lebih besar kalau kita monitor sambil menyentuh kenop/body potensio yang digunakan.

Ini gambar Bro . . .

Tes Monitor SSB Skema Update

Selamat mencoba, semoga sukses dengan eksperimennya.

z

Iklan