Monthly Archives: April 2014

Audio Low Pass Filter untuk DC Receiver

Direct Conversion Receiver (DC Receiver) merupakan salah satu jenis penerima radio yang sederhana pembuatannya tetapi kualitas penerimaannya cukup memadai, termasuk untuk penerimaan sinyal Single Side Band ( SSB ). Permasalahan yang dijumpai dan cukup mengganggu antara lain terdengarnya suara-suara lain dan noise yang cukup tinggi di samping frekuensi yang kita kehendaki. Suara-suara tersebut muncul sebagai akibat frekuensi radio yang di-beat menggunakan frekuensi oscillator, di samping menghasilkan frekuensi audio komunikasi yang kita kehendaki ternyata juga menghasilkan sinyal audio lainnya sampai batas pendengaran manusia yaitu sekitar 20 kHz. Padahal yang kita harapkan untuk dapat diterima receiver kita hanya maksimal sampai dengan 3 kHz saja.

Saya pernah merangkai dari beberapa skema DC Receiver seperti Wee Willy, DC-40 dan terakhir Uirapuru dari PY2OHH, semuanya tidak pernah berakhir dalam boks permanen karena gangguan2 yang sudah saya sebutkan di atas. Beberapa waktu yg lalu radio BITX saya pingsan maka solusi tercepat untuk bisa monitor komunikasi rekan2 amatir radio adalah membuat kembali Uirapuru, kali ini dengan semangat meningkatkan kualitas penerimaannya. Upaya modifikasi koil dan kapasitor pada rangkaian output audio tidak memberikan hasil yg memuaskan sehingga saya mencoba membuat rangkaian Low Pass Filter audio menggunakan operational amplifier ( op-amp ), saya pilih yang menggunakan single supply sehingga tidak perlu belajar dulu membuat split supply. Dasar pemalas hehe . . .

Kali pertama percobaan saya menggunakan Band Pass Filter 300 Hz – 3 kHz dengan IC NE5532 hasilnya kurang memuaskan, dilanjutkan LPF 3 kHz 2 lapis menggunakan LM358 kelihatannya kok ada prospek cerah sehingga saya lanjutkan membuat yang 4 lapis menggunakan LM324. Konfigurasi yang saya pilih adalah Sallen Key Butterworth Low Pass Filter bisa dilihat skema dasar dan kalkulatornya disini :

.

http://www.calculatoredge.com/electronics/sk%20low%20pass.htm

.

Hasil percobaan dengan nilai resistor 10 k ohm dan kapasitor 10 nF ternyata frekuensinya terlalu rendah, akhirnya nilai resistor saya turunkan menjadi 8k2 ohm yah lumayanlah hasilnya silahkan dicoba sendiri.

.

Skema rangkaian terakhir sebagai berikut :

.

Skema Audio LPF

 

Setelah disolder jadinya seperti ini :

IF

Rangkaian ini sudah saya buat dan pakai sekarang, pokoknya bisa dipakai tanpa hitung2an impedansi input output dan tetek bengek lainnya.  Kalau kurang tepat silahkan dikoreksi dan diperbaiki.
Rangkaian LPF ini saya sisipkan di antara pre-amp audio dan amplifier TDA 2003, suaranya masih menggelegar dan rekan2 yang audionya dung-dung masih cukup merepotkan karena speaker bergetar2 bukan main hehe . . .

Barangkali anda akan mencoba sisipkan pada rangkaian penerima yang dimiliki silahkan saja, belum sempat saya coba karena radio BITX saya masih pingsan, kan sudah saya jelaskan tadi di atas.

Selamat mencoba ya boss . . .

HASIL EKSPERIMEN :
1.  Suara QRM jauh berkurang.  Jangan2 waktu saya coba memang tidak banyak QRM atawa suara helikopter ya ?  UPDATE :  Suara QRM dan helikopter ternyata masih ada, terpengaruh propagasi saja.
2.  Suara balapan iwak-iwak yang bisa melebar 5 – 10 kHz juga jauh berkurang.
Sekali lagi ini monitor di DC Receiver Uirapuru, kurang tahu kalau di radio penerima SSB beneran atau BITX atau yang lainnya.

z

Iklan