Mencoba Antena Bazooka

Beberapa waktu yang lalu ketika saya mulai merakit pemancar dan sudah ada indikasi kan berhasil, saya merasakan adanya kebutuhan untuk membuat antenna. Percuma saja eksperimen pemancar sampai berhasil dan ditest pada dummy load tapi tidak bisa dipancarkan. Akhirnya saya membuat antenna EFHW atas dasar kepraktisan menaikkan dan kemudahan tuningnya.
Seiring berjalannya waktu saya juga mencoba membuat beberapa antenna lain tetapi akhirnya kembali ke EFHW. Sambil eksperimen saya juga memonitor perkembangan eksperimen rekan lain, yang akhirnya menimbulkan rasa penasaran saya adalah antena Bazooka dengan beberapa variannya ( Mono, Double dan Triple Bazooka ). Seolah-olah antenna Bazooka ini adalah antenna super dan hasilnya pasti bagus.

Rasa penasaran akhirnya membuat saya membeli kabel coaxial RG58 kemudian dipotong dan ditata sesuai petunjuk dan skema pembuatan antenna Bazooka. Namun demikian upaya tuning tanpa peralatan yg memadai berakhir dengan saya memotong-motong kabel coax untuk mendapatkan SWR terendah, tetapi tetap tidak dapat menemukan yang sesuai. Dua kali saya gagal mencoba membuat antenna Double Bazooka dan Triple Bazooka, sehingga untuk sementara saya menyerah dan tidak percaya akan kehebatan antenna Bazooka tersebut.

Akhirnya saya bisa mempunyai akses kepada instrumen Antenna Analizer sehingga saya bisa melakukan pengukuran terhadap parameter-parameter penting pada suatu antenna sehingga saya merasa tertantang untuk mencoba membuat antenna Bazooka kembali.
TAPI . . . rasa penasaran saya berakhir sama seperti sebelumnya, yaitu kabel coax sepanjang 20 meter terpotong habis pendek-pendek tanpa hasil hehe . . .
Terlanjur gagal, sambil penasaran saya coba berbagai konfigurasi dan ide, walaupun ukuran antenna sudah tidak sesuai dengan yang diinginkan di 40 m Band tetapi akhirnya saya bisa identifikasi beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam membuat antenna Bazooka, yang akan saya ceritakan sebentar lagi.
.
MARI KITA MULAI :
1.  Siapkan kabel coaxial RG58 A/U (foam) sepanjang 1/2 lambda, atau minimal 80 % dari panjang tersebut.  Bahkan sedikit lebih pendek lagi pun tidak apa-apa.  Siapkan kabel coax yang sama seperlunya untuk sambungan ke transceiver, lebih baik kalau panjangnya dapat diusahakan 1/2 lambda juga.  Siapkan juga kawat email atau kabel serabut untuk sambungan di ujung-ujung sayap antenna, panjangnya menggenapkan panjang kabel coax menjadi 1/2 lambda.  Silahkan disambung sesuai petunjuk/skema pembuatan antenna Bazooka.
2.  Ujung antenna yaitu kawat email atau kabel serabut paling ujung, apabila ditambatkan pada tali atau isolator, harus terhubung secara listrik dengan cara disolder.  Sekalipun antenna masih mengalami pengetesan dan tuning, tapi kawat ujung tidak boleh sekedar dibengkokkan, atau dililit-lilitkan pada isolator atau tali, melainkan harus disolder.  Apabila tuning masih belum pas maka kawat ujung bisa dipotong untuk diperpendek, atau disambung untuk diperpanjang, kemudian disolder kembali.  Kawat atau kabel ujung tersebut tidak boleh dibelokkan untuk mengurangi panjang bentangan antenna.
3.  Siapkan isolator ujung antenna dan tali untuk mengikatkan ujung-ujung antenna ke tiang pohon, atau penyangga lainnya.  Ikatkan satu ujung antenna ke tiang, selanjutnya TARIK ANTENNA SEKUAT-KUATNYA SAMPAI KABEL ANTENNA TEGANG DAN SEDAPAT MUNGKIN  BENTANGAN MEMBENTUK GARIS LURUS, ikatkan tali di ujung satunya ke tiang atau pohon.  Ingat, jangan sampai kabel antenna kendur sekalipun terbebani oleh kabel coax yg berada di tengah.
4.  Kabel coax di bagian tengah harus tegak lurus bentangan antena menuju ke tanah setelah itu baru dibelokkan menuju ke transceiver.  Jangan sampai kabel tengah ini ditarik miring langsung ke pesawat, atau ditarik tegak lurus ke samping, tidak bisa tuh boss . . .

Nah itulah hal-hal terpenting memasang antenna Bazooka.  Apabila anda melanggar salah satu atau lebih maka anda akan kesulitan menentukan titik resonansi antenna demikian pula akan sulit mendapatkan SWR yg rendah.

Setelah antenna terpasang sesuai ketentuan di atas, silahkan melaksanakan tuning, yaitu dengan mengecek SWR terendah dan frekuensi resonansi, ditindaklanjuti dengan memperpanjang atau memperpendek kawat email/kabel serabut di ujung sayap antena sampai diperoleh frekuensi resonansi yang diinginkan.

Untunglah saya memasang antenna Bazooka pada ketinggian 4 meter saja dari tanah, sehingga prosedur tuning tidak terlalu menyulitkan.

Bazooka 1.

Bazooka 2

 

Selamat mencoba.

z

About jagawana80m

Mencoba menikmati dunia amatir melalui eksperimen.

Posted on 26/06/2014, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. nanya mas, untuk kawat/kabel D-F apakah ujung2nya disambungkan dengan A-C
    suwun

    • DF tidak terhubung dengan AC, dia hanya kawat yg dipasang begitu saja utk reflektor. DF tidak dipasang pun tidak apa2, sekarang saya pakai yg tanpa kawat DF.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: