Monthly Archives: Agustus 2016

HiperVFO

Membuat VFO yang stabil menjadi tantangan yang tidak ada habisnya pagi penggemar radio komunikasi homebrew. Untuk menghemat waktu eksperimen sehingga bisa berlanjut ke rangkaian lainnya maka kita bisa mencoba rangkaian HiperVFO yang saya ambil dari PY2OHH.
Sengaja saya pilih frekuensi di bawah 7 MHz pada band 40 m sehingga pada saat eksperimen tidak akan mengganggu band Radio Amatir yang sesungguhnya.
.
Skema rangkaian seperti di bawah ini :

HiperVFO Skema KECIL
.

Setelah disolder tampak seperti ini :
HiperVFO KECIL
.
HASIL EKSPERIMEN :

Secara umum kinerja rangkaian sangat dipengaruhi koil yang dipergunakan.

  1. Koil induktansi rendah sekitar 4,7 uH – 10 uH :  Osilasi stabil, frekuensi kristal dapat diturunkan sekitar 5 kHz,  dengan getaran yang stabil merata.
  2. Koil induktansi tinggi sekitar 100 uH ke atas : Frekuensi turun sangat jauh bisa sampai 2 MHz, tetapi osilasi tidak stabil.  Putaran varco tidak banyak berpengaruh terhadap frekuensi output.
  3. Koil seperti pada skema, jumlah 40 lilit pada IF Biru, dengan menggunakan kawat email tipis ex koil relay 12 Volt.  Nilai induktansi sekitar 31 uH, jangkauan frekuensi 6,350 MHz – 7,000 MHz.  Osilasi kurang stabil pada ujung frekuensi rendah tetapi cukup stabil pada frekuensi mendekati 7 MHz.
  4. Koil seperti pada skema, jumlah 40 lilit pada IF Biru, dengan menggunakan kawat email diameter sekitar 0,2 mm.  Nilai induktansi sekitar 27 uH, jangkauan frekuensi 6,970 MHz – 7,000 MHz.  Osilasi stabil merata.
  5. Koil diganti, jumlah menjadi 35 lilit pada IF Biru, menggunakan kawat email diameter sekitar 0,2 mm.  Nilai induktansi sekitar 20,5 uH kondisi inti ferit mentok ke atas.  Jangkauan frekuensi antara 6,960 MHz – 7,000 MHz.  Osilasi pada ujung frekuensi rendah relatif stabil, terjadi penurunan sekitar 1 – 2 Hz secara kontinyu.  Apabila frekuensi digeser pada 6,970 MHz osilasi menjadi stabil.  Seterusnya sampai frekuensi 7,000 MHz osilasi stabil, dengan pergeseran turun naik antara 1 – 5 Hz saja.

    SELAMAT MENCOBA.

    .
    Z

Iklan

Aktiv Antenna 40m

Apabila Anda menjadi salah satu peminat homebrew radio komunikasi, bisa jadi Anda sudah merakit satu atau beberapa pesawat transceiver, atau mungkin hanya pesawat receiver sesuai kit-kit yang beredar secara luas. Pada umumnya kit-kit tersebut dirancang untuk digunakan dengan antena standar dengan impedansi sekitar 50 ohm, sehingga untuk melaksanakan uji coba sebaiknya menggunakan antena dengan dimensi dan impedansi yang standar pula. Apabila dicoba dengan antena asal-asalan pada umumnya hasilnya dirasa kurang memuaskan.
Cukup merepotkan ketika kita hanya ingin mencoba fungsi penerimanya saja, atau memang kita ingin menggunakan penerimanya saja sebelum ditingkatkan untuk dipancarkan, jika harus memasang antena standar dengan ukuran penuh dan instalasi tiang yang cukup tinggi. Suatu solusi murah meriah namun fungsional adalah dengan membuat rangkaian Aktiv Antena seperti skema di bawah ini. Saya pilih pada band 40m karena bisa di uji coba sewaktu-waktu dan penggunaan band-nya cukup intensif sehingga bisa dilakukan pengujian lebar jangkauan frekuensinya.

Antena Aktiv 40m Skema KECIL.

Rangkaian setelah disolder seperti ini :
.

Antena Aktiv 40m KECIL

Skema dasar saya peroleh dari artikel “A Regenerative Receiver for 40 Meters” dari http://www.ke3ij.com dengan modifikasi sesuai komponen yang saya miliki saat ini.

HASIL EKSPERIMEN :
1.  Uji coba rangkaian dengan menggunakan Phase Shift SSB, dibandingkan antara penggunaan antena standar Double Bazooka, kemudian menggunakan kabel panjang 200 cm saja, dan menggunakan rangkaian Aktiv Antena menunjukkan bahwa rangkaian Aktiv Antena berfungsi dengan baik.  Kualitas penerimaannya setara dengan menggunakan antena standar.
2.  Penguatan rangkaian dirasakan efektif dengan lebar sekitar 80 kHz, masing-masing 40 kHz di bawah dan di atas frekuensi tuning.  Apabila kita keluar dari range tersebut gejala yang dirasakan di bawah frekuensi tengah adalah sinyal bertahap mengecil, sedangkan di atas frekuensi tengah muncul suara dengung atau hum yang cukup mengganggu.  Oleh karena itu penggunaan varco pada rangkaian di atas sangat disarankan untuk menyesuaikan antena pada lokasi-lokasi frekuensi favorit kita.

3.  Saya sempat mencoba merubah rangkaian agar berfungsi pada band 80m yaitu dengan menambah kapasitor paralel dengan varco, bernilai sekitar 200 pF.  Dirasakan ada penguatan noise pada saat varco diputar tetapi berhubung saya mencoba pada pukul 02.00 dinihari tidak ada rekan yang ngebrik maka saya tidak bisa melaporkan bagaimana hasilnya.  Silahkan nanti dicoba pada saat band 80m kondisi ramai ya . . .

Pembuatan koil menggunakan toroid T50-2 hanya mengikuti skema aslinya.  Tentunya kita bisa membuat dengan menggunakan bahan-bahan lain misalnya fixed inductor atau trafo IF Biru  dengan jumlah lilitan menyesuaikan induktansi yang dikehendaki, atau dengan menyesuaikan nilai kapasitornya.

4.  Rangkaian memiliki dimensi fisik yang kecil, sehingga jika kita menggunakan baterai kotak 9 V bisa dirangkai sedemikian rupa sehingga cocok untuk dioperasikan secara portable, apalagi antenanya berupa kabel fleksibel yang bisa digulung wah tinggal dikantongi saja ketika kita bepergian.

SELAMAT MENCOBA.

 

UPDATE :
Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa tuning menggunakan varco tidak banyak berpengaruh terhadap kinerja rangkaian.  Oleh karena itu maka varco bisa diganti dengan kapasitor biasa saja.  Rangkaian saya di atas sudah cukup menggunakan kapasitor 93 pF (tulisan di body = 100 pF).

 

.

z