Monthly Archives: Januari 2017

SSB Receiver dengan LA1600

Melanjutkan eksplorasi kita terhadap rangkaian dengan menggunakan IC LA1600, kali ini saya mencoba merangkai pesawat radio untuk menerima siaran SSB di 40m Band. Jika anda sudah merakit penerima AM dengan IC yang sama, seperti yang saya coba disini :
https://jagawana80m.wordpress.com/2017/01/10/receiver-am-sw-dengan-la1600/

maka merakit penerima SSB merupakan suatu tantangan kenaikan kelas. Mengapa demikian ?

Silahkan rangkaian penerima AM anda yang berada pada gelombang SW didekatkan dengan rangkaian Beat Frequency Oscillator (BFO) dan cobalah mencari dimana rekan2 Radio Amatir berkomunikasi. Cobalah rasakan dulu sensasinya.  Nah untuk menyingkat waktu dan supaya tidak kerepotan mari kita langsung saja menyimak rangkaian hasil eksperimen saya sebagai berikut :
.
ssb-la1600-skema
.
Kita solder sebisanya dengan hasil seperti di bawah ini :
.
ssb-kotak-biru
.
Rangkaian tuning dan fine tuning silahkan dicermati :
.
fine-tuning
.
Rangkaian BFO seperti yang ini :
.
bfo
.
HASIL EKSPERIMEN :
1.  Rangkaian penerima AM SW jangkauannya lebar.  Dengan demikian selektivitasnya kurang baik untuk digunakan monitor pancaran Amatir Radio di 40m Band yang jarak antar kanalnya cukup rapat.  Dengan kata lain, tuningnya susah Bro . . .
2.  Upaya untuk mempersempit tuning range yaitu merubah sisi varco yang digunakan.  Semula menggunakan sisi AM dengan kapasitas sekitar 15 – 250 pF dirubah ke sisi FM dengan kapasitas 12 – 40 pF.  Rangkaian Fine Tuning ditambahkan dengan kapasitor 10 pF.  Modifikasi ini cukup membantu tetapi dirasa tetap kurang memuaskan.
Akhirnya varco pun diseri kapasitor 33 pF sehingga jangkauan kapasitas sekitar 50 % dari semula.  Sedangkan Fine Tuning diganti dengan kapasitor 1 pF saja.  Nah hasil modifikasi terakhir ini sudah cukup bagus, hanya saja frekuensi Osilator Lokal dirasa masih berubah-ubah dan belum cukup stabil.
3.  Kapasitor pada rangkaian LO dan koil input antena sebagai penentu band aktif adalah bernilai 100 pF, semula menggunakan kapasitor keramik biasa.  Untuk meningkatkan kestabilan osilator maunya sih saya menggunakan kapasitor kertas atau padder atau styroflex tapi di laci tidak ditemukan.  Akhirnya saya ganti dengan kapasitor NP0 SMD 100 pF, supaya mudah memasangnya maka saya tambahkan kaki.  Hehe lucu kapasitor SMD tapi tidak dipasang sesuai tujuan produksi pabriknya maafin ya boss . . .
.
kap-smd.
Nah begitulah setelah diganti dengan 2 buah kapasitor SMD 100 pF NP0 maka sekarang frekuensi LO sudah lebih stabil.  Jangkauan Fine Tuning pun cukup sempit untuk menemukan modulasi yang paling manusiawi.
4. Rangkaian BFO perlu disesuaikan frekuensinya supaya suaranya manusiawi dengan menyetel trimer kapasitor.  Level sinyal juga perlu disesuaikan, karena jika terlalu besar maka sinyal yang diterima akan tertutup.  Sebaiknya trimpot output BFO distel pada level minimum lebih dulu, baru dinaikkan sedikit demi sedikit sampai level beat-nya cukup.
.
Demikianlah eksperimen membuat pesawat penerima SSB pada band 40m dengan menggunakan LA1600.  Pengembangan selanjutnya dapat ditambah rangkaian AGC sehingga penerimaan lebih nyaman, atau dengan menambah jumlah filter keramik yang semula diseri sebanyak 2 buah menjadi 4 buah atau lebih.
.
Selamat mencoba.

CATATAN :
Salah satu faktor yang cukup menentukan keberhasilan eksperimen ini adalah pembuatan koil T1 dan T2.  Bahan untuk membuatnya adalah koil IF Biru untuk FM frekuensi 10,7 MHz, kita buka kotaknya, dibuang semua gulungan aslinya, termasuk kapasitor bawaan pabrik yang terletak di bagian bawah koker.
Selanjutnya digulung ulang dengan menggunakan kawat email diameter 0,2 mm atau lebih tipis juga bisa.
Pada sisi koker yang berkaki 2 digulung 4 lilitan, digulung acak naik turun pada ferit yang ada.  Pada sisi koker yang berkaki 3 digulung 7 lilitan tap pada kaki tengah kemudian digulung 7 lilitan lagi.  Cara menggulung sama, yaitu secara acak naik turun.
Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat ilustrasi di bawah ini :
.
gulung-koil.
Z

Iklan

RECEIVER AM SW DENGAN LA1600

Merakit pesawat penerima radio seharusnya merupakan suatu pengalaman yang menyenangkan. Namun berdasarkan pengalaman ternyata merakit pesawat penerima sering kali lebih memusingkan dari pada merakit pesawat pemancar.
Berbagai masalah yang muncul antara lain sensitivitas (kurang peka terhadap sinyal kecil), selektivitas (siaran terasa bertumpuk-tumpuk), audio terasa bising penuh suitan membuat pusing, ataupun kestabilan oscillatornya yang kurang memadai.
Kali ini saya mencoba merakit pesawat penerima radio AM pada gelombang SW dengan menggunakan IC LA1600. Waktu itu saya main ke tempat rekan dan ditawari terus saya ambil contohnya, belum tahu akan diapakan. Kemarin saya bongkar-bongkar laci terlihat kembali IC tersebut akhirnya dilanjutkan browsing apakah sudah ada yang menggunakan LA1600 untuk bersenang-senang. Akhirnya dari beberapa contoh skema dan gambar dalam datasheet saya mencoba rangkaian seperti pada gambar di bawah ini.
Semula terdapat keraguan akan stabilitas oscillator internal pada IC tersebut, juga jangkauan maksimal frekuensi yang diperkenankan tetapi biarlah tidak usah terlalu banyak berfikir, yang namanya eksperimen namanya tidak berhasil itu sudah biasa.
.
Saya solderlah rangkaian sesuai gambar skema :
am-sw-rx-la1600-skemaCF adalah keramik filter 455 kHz kaki 3 , saya pasang seri ada 2 buah.

Setelah dicetak PCB dan disolder beginilah penampakannya :
am-sw-rx-la1600-foto

HASIL EKSPERIMEN :
1. Selesai disolder kemudian rangkaian dihubungkan dengan speaker dan adaptor ternyata langsung bunyi dan suaranya cukup lumayan walaupun belum sempurna masih terdengar berkilas-kilasan. Dilanjutkan dengan tuning IFT Kuning sampai suaranya optimal, dilanjutkan tuning T1 dekat antena hasilnya sudah bisa menerima siaran radio AM dari luar negeri dengan suara yang memadai.
2. Karena suara dirasa terlalu kencang maka saya berusaha kecilkan tetapi sampai potensio diputar minimal mentok suaranya tetap keras tidak berubah. LHOOO . . .
Kemudian saya sentuh kaki tengah potensio malah bunyi TOOOTTT, Lhooo lagi. Seharusnya dengan kaki tengah potensio terhubung ke ground kan tidak ada suara. Berarti suara yg diperkuat amplifier LM386 adalah bocoran RF ? Tapi dituning bisa berubah dan normal ? Hmmmm . . .  Okelah kita copot potensionya dan diganti potensio lain yang normal. Ternyata suaranya jadi bagus dan bulat, putaran potensio sudah normal, kalau dikecilkan minimum tidak ada suara. Syukurlah.
3. Muncul lagi masalah bahwa suara sudah cukup besar sekalipun potensio belum diputar sampai 25 %, jika diteruskan memang jadi kencang tetapi ada cacat. Solusinya merubah rangkaian amplifier LM386 yang semula dengan penguatan maksimal (antara kaki 1 dan 8 diberi kondensator 10 uF), terpaksa harus dikurangi supaya penguatannya bisa normal. Mungkin akan saya copot saja kondensatornya.
4. Pengamatan sementara menunjukkan oscillator cukup stabil untuk mendengarkan siaran selama 5 – 10 menit tidak banyak berubah. Kalaupun frekuensinya sedikit bergeser dapat dituning kembali dengan memutar varco sedikit saja.
5. Percobaan penerimaan awal ini menggunakan varco pada sisi AM dengan kapasitas sekitar 17 – 130 pF, dimana sebagian besar penerimaan adalah siaran luar negeri dan sempat terpantau siaran SSB pada dial bawah namun terjadi kesulitan unutk mengepaskan frekuensinya. Diperkirakan jangkauan frekuensi penerimaan terlalu tinggi dan terlalu lebar sehingga perlu diturunkan dan dipersempit sesuai tujuan pembuatan rangkaian receiver ini yaitu untuk monitor komunikasi di 40m Band.
6. Perubahan rangkaian diawali dengan mengganti sisi varco yg dipakai yaitu sisi FM dengan kapasitas sekitar 16 – 36 pF. Induktansi pada kaki2 pinggir T1 dan T2 adalah sekitar 4,7 uH sehingga dibutuhkan kapasitor sekitar 100 pF. Untuk mencukupkan jangkauan di band 40m maka diparalel dengan kapasitor kecil 82 pF di kedua gang. Percobaan ternyata bisa menerima suara kode morse, akhirnya dilanjutkan dengan tuning koil osilator sampai bisa menerima siaran SSB. Dilanjutkan tuning IFT dan koil antenna, sudah lumayan besok tinggal dilanjutkan membuat BFO.
.
Demikian laporan sementara, jika sudah bisa menerima siaran SSB dengan sempurna akan saya tambahkan ulasannya.
.
Selamat menikmati.
.
CATATAN : Menggulung Ulang IF Biru
Sebelum ada yang terlanjur bertanya, ada baiknya saya ceritakan bagaimana saya menggulung ulang Trafo IF Biru (sebetulnya Trafo utk FM frek 10,3 MHz) menjadi T1 dan T2.  Bukan berarti cara menggulung yang saya ceritakan ini adalah yang benar, tetapi ketika saya menggulung trafo seperti ilustrasi disini, kemudian saya pasang pada eksperimen ini, ternyata bisa bunyi dan tidak ada masalah.  Apabila Anda punya cara yang lain silahkan dipergunakan.
Sebelum menggulung saya ingatkan untuk membuang kapasitor kecil di dasar Trafo IF Biru sekaligus kawat penghubungnya.  Kemudian dibuka kalengnya dan bongkar semua lilitan aslinya.
Siapkan kawat email halus untuk gulungan baru, pakai kawat bekas kumparan relay juga boleh, tetapi kalau dirasakan ada kesulitan bisa pakai kawat email ukuran sekitar 0,2 mm.  Ingat ujung2 kawat email harus bersih sehingga ketika disolder ke kaki2 trafo IF bisa terhubung sempurna.  Terserah bagaimana cara anda, apakah akan dikupas atau dikerik dulu lapisan emailnya, atau langsung disolder silahkan saja.  Yang penting dipastikan bahwa kumparan tersebut terhubung dengan kaki-kaki trafo.
Selanjutnya perhatikan gambar ilustrasi di bawah.  Sebelah kiri adalah cara menggulung untuk yang 4 lilit pada kaki 2 trafo, dan sebelah kanan adalah untuk lilitan 2 x 7 lilit pada kaki 3 trafo.
Ingat, gambar adalah tampak atas, artinya kaki2 trafo IF ada di bawah dan ferit tempat gulungan kawat ada di atas.
Cara menggulung bebas, ditumpuk naik turun secara merata (tidak dililit rapih rapat berdampingan).
Santai saja Bro, saya melilit serampangan begini juga bisa bunyi kok gak usah cari yang susah dulu ya.
.
Selamat mencoba.
.
.
menggulung-if-biru.

.
Z