Monthly Archives: Agustus 2017

Antenna Loop 1/4 Lambda (Edginton Loop)

Perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat menyebabkan semakin berkembangnya wilayah permukiman, yang umumnya terbagi menjadi blok-blok yang berisi sekumpulan rumah dengan ukuran luas tanah dan bangunan tertentu. Sementara itu pola tradisional yang terdiri dari rumah keluarga dengan pekarangan dan kebun yang luas lambat laun semakin menghilang dari lingkungan kita. Disadari maupun tidak, kondisi tersebut turut mempengaruhi pilihan minat pada kegiatan Radio Amatir. Pada zaman dahulu ruang untuk mendirikan antenna 80 m Band dapat tersedia tanpa kesulitan, sedangkan zaman sekarang karena kondisi lahan pekarangan yang terbatas menyebabkan pergeseran minat menuju band frekuensi yang lebih tinggi dimana kebutuhan ruang untuk pemasangan antenna tidak terlalu besar dimensinya. Bagi Amatir Radio yang tetap ingin beraktivitas pada band 80m dan 40m tentulah harus mencari solusi antara lain menggunakan antenna yang berdimensi kecil.
Kali ini saya mencoba suatu antenna yang dimensinya tidak terlalu besar namun mempunyai performa yang lumayan. Artinya baik digunakan untuk penerimaan maupun untuk memancar masih bisa didapat hasil yang wajar, ditambah keunggulan bahwa antenna ini tidak memerlukan grounding atau counterpoise yang intensif.
.
QUARTER WAVE (EDGINTON) LOOP ANTENNA
Antenna QW Loop (Edginton Loop) adalah antenna yang sudah dipatenkan oleh Ben Edginton (G0CWT) dengan nomor paten GB2285712, namun untuk keperluan eksperimen radio amatir telah diberikan ijin untuk menggunakannya.
Untuk mempelajari landasan tehnik dan sejarah penemuan antenna ini dipersilahkan untuk meninjau alamat sebagai berikut :

http://g0cwt.co.uk/magloops/practical_details.htm
.
Adapun antenna yang saya coba sesuai gambar skema sebagai berikut :

Hasil setelah disolder adalah sebagai berikut :

Konfigurasi pemasangan pada saat uji coba adalah sebagai berikut :

HASIL EKSPERIMEN :

1. Pembuatan antenna pertama kali menggunakan kawat email diameter 1 mm dengan panjang sekitar 10 m, yaitu 1/4 lambda pada band 40 m. Selanjutnya diukur menggunakan Antenna Analizer SARK100 dengan hasil frekuensi resonan terlalu rendah dari yang diharapkan. Ketika dilakukan tuning pada trimmer kapasitor ternyata tidak bisa mengejar resonansi kepada band 40 m, bahkan jika nilai kapasitansi terlalu kecil maka tidak terjadi resonan pada antenna.
2. Langkah berikutnya dengan menetapkan trimmer kapasitor kurang lebih di tengah, dan yang disesuaikan adalah panjang loop yang secara bertahap dikurangi sampai tercapai resonansi di tengah band 40 m, diperoleh panjang yang cocok sekitar 7 meter. Akhirnya antenna pun dipasang pada kerangka pipa PVC dan rangkaian tuner dimasukkan dalam wadah plastik kedap udara untuk melindungi dari kelembaban dan air baik berupa embun maupun air hujan.
3. Uji coba dengan menggunakan power sekitar 50 watt pancaran dari kota Yogyakarta dapat diterima di Sukabumi dan di Pulau Belitung tanpa kesulitan dan modulasi terbaca dengan jelas. Kondisi propagasi kurang menguntungkan dan level noise cukup tinggi.
4. Pengalaman uji coba sebelumnya di Solo adalah bahwa antenna loop ini bisa diarahkan baik untuk mendapat penerimaan yang lebih bagus ataupun untuk mengurangi adanya gangguan QRM yang berasal dari arah tertentu.  Dengan demikian apabila diyakini antenna ini sudah berfungsi dengan baik maka penerapan suatu as atau poros sehingga antenna dapat diputar ke arah tertentu bisa menjadi eksperimen yang cukup menarik.
.
Kesimpulan saya bahwa antenna ini cukup memadai untuk dipasang pada lingkungan perumahan dengan luas halaman yang terbatas, dengan unjuk kerja yang cukup baik. Lumayan dari pada tidak ada antenna sama sekali he he he . . .
.
Selamat mencoba.

Hasil uji coba komunikasi antara kota Yogyakarta dengan Pulau Belitung dengan power 50 watt kondisi propagasi kurang begitu baik :

.
.
Hasil uji coba komunikasi antara kota Yogyakarta dengan Tangerang Selatan,
terbaca readibility 5 dan strength 7 – 9 :

.
.
.

UPDATE :

Pengukuran terhadap komponen-komponen vital antara lain sebagai berikut :

1. Induktansi loop = 11,59 uH

2. Kapasitor seri resonan pada 6,970 MHz = 42,7 pF

3. Kapasitor seri resonan pada 7,140 MHz = 41,0 pF

4. Induktansi loop termasuk lilitan sekunder trafo RF = 19,7 uH.

Selanjutnya dicoba memasukkan parameter di atas pada LC Resonance Calculator di sini :
http://www.pronine.ca/lcf.htm

Setelah dilakukan simulasi perhitungan ternyata resonansi antena dipengaruhi langsung oleh induktansi loop (tanpa trafo RF) dan kapasitor seri yg terpasang.

Mengingat nilai kapasitas sebesar 1 – 2 pF saja berpengaruh cukup besar terhadap titik resonansi antenna, maka pengukuran dengan menggunakan Antenna Analyzer tetap diperlukan.

UPDATE :

Harap berhati-hati ketika menggunakan power besar mengingat munculnya tegangan tinggi RF pada rangkaian tuner di atas. Ketika saya melepas rangkaian RC feedback dari drain ke gate pada penguat linier, diduga terjadi lonjakan daya output. Setelah beberapa kali mencoba berkomunikasi ternyata ada gejala kepekaan penerimaan menurun. Kemudian saya cek kondisi antenna tuner ternyata begini hasilnya :

20170921_085612

WASPADALAH, WASPADALAH ! ! !

 

Z

Iklan